Prabowo Sebut Anak Tak Bisa Belajar dengan Baik Saat Lapar, Begini Kaitannya

Prabowo Sebut Anak Tak Bisa Belajar dengan Baik Saat Lapar, Begini Kaitannya

detikHealth
Sabtu, 15 Agu 2026 09:09 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Susunan Upacara Pembukaan & Penutupan MPLS SD-SMP Tahun Ajaran 2026/2027
Ilustrasi anak sekolah. Foto: Getty Images/Rani Nurlaela Desandi
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya gizi dalam pembangunan manusia. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi menjadi hal mendasar agar anak dapat tumbuh dan mengikuti proses belajar dengan baik.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menekankan bahwa tidak boleh ada anak yang belajar dalam kondisi lapar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling menentukan masa depan adalah pembangunan manusia. Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila dia lapar," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan gizi anak tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik. Asupan makanan juga berhubungan dengan energi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk saat belajar di sekolah.

ADVERTISEMENT

Lapar Bisa Mengganggu Konsentrasi

Ketika merasa lapar, tubuh memberikan sinyal bahwa kebutuhan energi dan asupan makanan perlu dipenuhi. Kondisi tersebut dapat membuat perhatian anak lebih mudah teralihkan dari aktivitas yang sedang dilakukan.

Alasan lainnya berkaitan dengan kebutuhan energi otak. Glukosa merupakan sumber energi utama bagi otak dan dibutuhkan pasokan glukosa yang cukup untuk menjalankan berbagai fungsinya, termasuk mempertahankan konsentrasi dan memproses informasi.

Rasa lapar juga dapat disertai dengan tubuh yang terasa lemas dan kurang bertenaga. Situasi tersebut dapat membuat anak lebih sulit mempertahankan perhatian selama mengikuti pembelajaran.

Ketika lapar saat jam pelajaran, perhatian anak dapat lebih banyak tertuju pada rasa lapar yang dirasakan. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu kesiapan anak untuk mengikuti aktivitas yang membutuhkan konsentrasi.

Energi Dibutuhkan untuk Menunjang Aktivitas Otak

Otak merupakan salah satu organ yang membutuhkan energi secara terus-menerus. Karena itu, asupan makanan menjadi bagian penting untuk menunjang fungsi tubuh selama anak beraktivitas, termasuk ketika belajar.

Karbohidrat dapat menjadi salah satu sumber energi utama dari makanan. Setelah dikonsumsi dan dicerna, karbohidrat dapat digunakan tubuh untuk menghasilkan energi yang diperlukan dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Kebutuhan energi anak tentu berbeda sesuai usia, jenis kelamin, ukuran tubuh, tingkat aktivitas dan kondisi pertumbuhannya. Karena itu, kebutuhan makan anak tidak bisa disamakan begitu saja.

Anak yang aktif bergerak sepanjang hari juga membutuhkan asupan energi yang cukup untuk mendukung aktivitas fisiknya sekaligus proses tumbuh kembang.

Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Lemak diperlukan sebagai sumber energi sekaligus membantu penyerapan vitamin tertentu. Vitamin dan mineral juga berperan dalam berbagai proses metabolisme dan fungsi tubuh.

Karena itu, memenuhi kebutuhan anak bukan sekadar membuat perut terasa kenyang. Makanan yang dikonsumsi perlu beragam agar tubuh memperoleh berbagai zat gizi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.

Dikutip dari publikasi WHO tahun 2023, gizi ditempatkan sebagai salah satu komponen penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan dan pembelajaran anak. Asupan makanan di sekolah juga dapat membantu anak memperoleh pola makan yang sehat.

Dengan demikian, pernyataan Prabowo mengenai anak yang tidak boleh belajar dalam keadaan lapar dapat dilihat dari sisi yang lebih luas. Memastikan anak tidak lapar merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasarnya agar memiliki energi dan kondisi tubuh yang mendukung aktivitas belajar.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Prabowo Targetkan 441 RSUD di Kabupaten/Kota Punya Layanan Canggih"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads