Mau Kurus Tapi Cuma Makan Dada Ayam, Memangnya Sehat? Ini Kata Dokter Gizi

Mau Kurus Tapi Cuma Makan Dada Ayam, Memangnya Sehat? Ini Kata Dokter Gizi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minggu, 16 Agu 2026 15:06 WIB
Mau Kurus Tapi Cuma Makan Dada Ayam, Memangnya Sehat? Ini Kata Dokter Gizi
Dada ayam yang sering jadi pilihan untuk menu diet. (Foto: Getty Images/iStockphoto/vkuslandia)
Jakarta -

Dada ayam kerap menjadi bagi masyarakat yang sedang menjalani program diet penurunan berat badan. Bagian daging ini dinilai lebih unggul karena kadar kolesterol dan lemaknya dianggap jauh lebih rendah dibandingkan bagian ayam lainnya.

Namun, muncul pertanyaan cukupkah hanya mengandalkan dada ayam agar tubuh tetap sehat saat diet?

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membenarkan bahwa dada ayam fillet tanpa kulit memang menguntungkan untuk program diet. Jenis pemotongan ini memiliki kandungan lemak jenuh serta dietary cholesterol atau kolesterol bawaan yang tergolong rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, dr Yaze menegaskan pentingnya rotasi protein dan serat dengan memvariasikan asupan makanan harian. Ini dilakukan agar tubuh tidak kekurangan zat gizi mikro lainnya.

"Untuk kebutuhan serat dan nutrisi lain, jangan cuma dada ayam terus. Sesekali ganti dengan ikan laut atau ikan sungai karena kaya akan Omega-3," terang dr Yaze pada detikcom, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, keberagaman sumber protein sangat krusial untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan gizi yang seimbang dan optimal.

"Selain itu, untuk kebutuhan proteinnya bisa juga diganti dengan telur, daging sapi tanpa lemak, serta protein nabati seperti tahu, tempe, dan edamame. Variasi protein sangat penting agar tubuh mendapatkan nutrisi lengkap, mulai dari zat besi, seng atau zinc, hingga vitamin B12," lanjutnya.

Serat Tetap Utama dengan Kombinasi Sayur dan Buah

Tak hanya protein, dr Yaze mengingatkan bahwa kecukupan serat tetap menjadi kunci utama dalam proses penurunan berat badan. Asupan serat ini bisa dipenuhi melalui konsumsi rutin sayur dan buah-buahan.

Namun, ia memberikan catatan khusus terkait porsi ideal antara sayur dan buah yang dikonsumsi harian.

"Sayuran lebih rendah kalori dan gula, sedangkan buah kaya antioksidan dan vitamin tetapi mengandung gula alami atau fruktosa. Idealnya, dikonsumsi dengan porsi dua pertiga dari sayuran dan satu pertiga dari buah-buahan," pungkasnya.



(sao/sao)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads