Keinginan menjalani diet untuk menurunkan berat badan sering kali membuat para pejuang Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD ragu. Pasalnya, salah memilih metode diet justru bisa membuat asam lambung melonjak dan memicu rasa terbakar di dada atau heartburn.
Lantas, apakah orang dengan GERD masih bisa diet?
Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa orang dengan penyakit GERD sebenarnya tetap bisa mengatur pola makan. Tetapi, metode dietnya tidak bisa sembarangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Yaze menegaskan pasien GERD tidak bisa menjalani diet ekstrem, seperti intermittent fasting (puasa intermiten), yang membiarkan perut kosong dalam durasi panjang. Menurutnya, prinsip utama diet bagi orang dengan GERD adalah mengubah frekuensi makan.
"Kalau GERD itu artinya kamu makan jadi lebih banyak jamnya. Misalnya nih, sedikit-sedikit tapi sering," ujar dr Yaze dalam Live TikTok detikHealth (Kamis (20/8/2026).
Pantang Intermittent Fasting, Wajib Atur Jadwal Makan
Bagi orang dengan GERD, membiarkan perut kosong terlalu lama sangat tidak dianjurkan. dr Yaze menjelaskan mereka yang memiliki riwayat asam lambung tidak cocok menjalani intermittent fasting karena wajib mengisi perut secara berkala sejak pagi hari.
dr Yaze merincikan jadwal makan ideal yang teratur untuk memanjakan lambung sepanjang hari:
- Pagi: Wajib sarapan dan tidak boleh dilewati.
- Camilan pagi: Mengonsumsi kudapan sehat sekitar pukul 10.00 WIB.
- Makan siang: Tetap disiplin dan tidak boleh terlambat, idealnya sekitar pukul 13.00 WIB.
- Camilan sore: Kembali mengisi perut dengan camilan ringan pukul 16.00 WIB.
- Makan malam: Tetap terkontrol dan tepat waktu, maksimal pada pukul 18.00 atau 19.00 WIB.
"Nggak boleh telat makan siang, habis itu ada camilan sore. Makan malam juga nggak boleh terlambat," tegasnya.
Atur Porsi dan Hindari Makanan Pemicu Gas
Dalam program diet pengidap GERD, dr Yaze menyenggol pentingnya takaran porsi dan jenis makanan yang masuk ke tubuh. Porsi makanan harian idealnya disesuaikan dengan kebutuhan kalori harian masing-masing individu agar tidak berlebihan, tapi tetap mencukupi nutrisi.
Orang dengan penyakit GERD juga diminta selektif memilih asupan dan menghindari makanan yang dapat memicu pembentukan gas berlebih di dalam perut. Ada beberapa asupan yang sebaiknya dihindari, seperti buah atau sayur yang tinggi gas contohnya nangka dan kol hingga makanan pedas.
"Habis itu hindari habis makan langsung perbahan misalnya. Jadi 2 jam sebelum tidur itu sudah berhenti mengunyah, kecuali minum air putih masih oke," beber dr Yaze.
"Tapi kalau misalnya makan berat atau ngemil, kalau bisa 2 jam sebelum tidur sudah berhenti, supaya GERD-nya nggak kambuh-kambuhan," tutupnya.










































