Sarapan Telur Rebus tapi Makan Siang Nasi Saat Diet? Ini Kata Dokter

Sarapan Telur Rebus tapi Makan Siang Nasi Saat Diet? Ini Kata Dokter

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Minggu, 30 Agu 2026 05:07 WIB
Sarapan Telur Rebus tapi Makan Siang Nasi Saat Diet? Ini Kata Dokter
Kata dokter soal sarapan telur rebus, tapi masih konsumsi nasi untuk makan siang. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita)
Jakarta -

Banyak orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan merasa ragu untuk tetap mengonsumsi nasi putih. Tak sedikit pula yang sengaja menghindari karbohidrat di siang hari, karena takut dietnya bakal gagal.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membeberkan bahwa pola makan dengan sarapan telur rebus dan melanjutkan makan siang menggunakan nasi tetap diperbolehkan. Menurutnya, mengonsumsi makanan tinggi protein dan serat di pagi hari sangat efektif untuk menjaga kenyang lebih lama.

"Kalau menurunkan berat badan, makan telur pagi hari boleh, enggak masalah. Telur rebus juga bagus," terang dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu kan memang tinggi protein, jadi biasanya kalau pagi-pagi saya sarankan yang dikonsumsi tinggi protein dan tinggi serat. Supaya kenyangnya lebih lama sampai siang," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Apakah Masih Bisa Makan Nasi Putih saat Diet?

Terkait konsumsi nasi putih saat makan siang maupun makan malam, dr Yaze menegaskan bahwa itu bukanlah musuh dalam program diet. Karbohidrat tetap dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi utama harian.

"Siangnya makan nasi enggak ada masalah sih. Sebenarnya si nasi ini enggak salah apa-apa, jadi enggak perlu dimusuhin," tegas dr Yaze.

"Mau jam 12 makan siang pakai nasi, terus malam makan nasi lagi, oke enggak ada masalah. Mungkin memang porsinya aja yang disesuaikan sama kebutuhan kalori dan karbohidrat seseorang," sambung dia.

Lebih lanjut, dr Yaze menjelaskan beberapa opsi pengganti karbohidrat serta menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam menerapkan pola hidup sehat:

  • Variasi karbohidrat: Karbohidrat tidak melulu harus berasal dari nasi. Pilihan lain seperti kentang, ubi rebus, hingga oatmeal bisa dijadikan alternatif pengganti.
  • Tidak wajib nasi merah: Pengidap diet tidak diwajibkan mengganti nasi putih ke nasi merah, shirataki, atau beras porang jika memang tidak terbiasa.
  • Gaya hidup berkelanjutan: Memaksa mengubah jenis makanan secara drastis justru berisiko membuat program diet tidak bertahan dalam jangka panjang.

"Kalau memang terbiasa makan nasi putih, ya silakan makan aja. Karena kan kita mau lifestyle ini berjalan seumur hidup, bukan cuma 2-3 bulan," pungkasnya.



(sao/sao)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads