Berapa Batas Maksimal Telur yang Dikonsumsi Dalam Sehari? Intip Saran Dokter Gizi

Berapa Batas Maksimal Telur yang Dikonsumsi Dalam Sehari? Intip Saran Dokter Gizi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 12 Sep 2026 07:05 WIB
Top view and close up image of organic chicken eggs are one of the food ingredients on the restaurant table in the kitchen to prepare for cooking. Organic chicken eggs food ingredients concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/Poravute
Jakarta -

Telur menjadi salah satu sumber protein favorit masyarakat, karena harganya yang terjangkau dan praktis diolah. Namun, sering kali timbul keraguan terkait batas aman mengonsumsi telur dalam sehari agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa batas maksimal konsumsi telur harian sebenarnya bervariasi pada setiap individu. Hal ini tergantung pada kebutuhan total protein masing-masing orang.

"Kalau ditanya maksimal untuk setiap orang, itu pasti beda-beda. Jadi kalau misalnya beberapa pasien, memang ada yang saya harus hitung juga nih proteinnya," kata dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dr Yaze, telur sering kali menjadi alternatif utama ketika seseorang memiliki preferensi atau pantangan terhadap jenis protein lain.

"Kalau misalnya dia nggak suka makan ayam, terus nggak suka juga tahu tempe, akhirnya kita beralihnya ke daging, telur, atau beralih ke ikan," terangnya.

ADVERTISEMENT

Berapa Jumlah Maksimalnya Per Hari?

Terkait jumlah butir yang aman, dr Yaze menyebutkan bahwa mengonsumsi hingga beberapa butir telur dalam sehari sangat mungkin. Ini dilakukan demi memenuhi target kecukupan gizi harian.

"Jadi, kalau misalnya dibilang maksimal berapa, ya 5 bisa. Tergantung nanti hitungan protein yang dibutuhkan berapa untuk memenuhi target proteinnya orang tersebut," jelasnya.

Meski begitu, dr Yaze memberikan batasan penting terkait kondisi kesehatan organ dalam. Konsumsi telur hingga 5 butir per hari ini hanya diperbolehkan bagi individu yang tidak memiliki riwayat masalah kesehatan tertentu, khususnya pada ginjal.

"Tapi kalau untuk kamu, memakannya 5 butir pun masih oke, selama tidak ada gangguan di ginjal atau riwayat gangguan ginjal," pungkas dia.



(sao/naf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads