Presenter Adit Insomnia menceritakan pengalamannya bisa menurunkan berat badan hingga lebih dari 13 kg dengan terapi GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1). GLP-1 merupakan terapi yang meniru kerja hormon GLP-1 untuk membantu mengontrol gula darah, mengurangi nafsu makan, dan menurunkan berat badan.
Adit mengaku selama mengalami berat badan berlebih, ia seringkali merasa tidur tidak enak, badan sakit ketika bangun tidur, dan mudah lelah.
"Terus sekarang aku anak udah mulai lincah ini sekarang 4 tahun, kalau dia ngajak main di playground, itu gue mulai ngos-ngosan," cerita Adit dalam acara Media Gathering Halofit, di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adit menceritakan berat badannya sempat menyentuh angka 88 kg. Ia lantas memutuskan untuk berolahraga sekaligus menurunkan berat badannya.
Ia berharap dengan penurunan berat badan tersebut, olahraga yang dilakukannya bisa dilakukan dengan lebih optimal.
"Terus riset ketemu, Halofit terapi GLP-1 ngomong sama dokternya, jadi semua bisa dijalani dengan berbarengan. Sambil juga dikasih meal plan sama dietisien. Terus kayak ada grup gitu, jadi kita nggak ngerasa sendirian, ada support system," sambungnya.
Adit menceritakan terapi GLP-1 itu disuntikkan ke tubuh sekitar sekali dalam seminggu, dengan dosis yang diatur oleh dokter. Setelah sekitar 6 bulan menjalani terapi, berat badannya turun sekitar 13 kg hingga menjadi 74,5 kg.
Ia menuturkan terapi tersebut tetap harus dikombinasikan dengan pola makan yang lebih sehat dan mindfull, serta olahraga rutin.
"Dari awal kalau diet itu, apalagi dikasi tahu, kalau mau dapet hasil maksimal percaya aja prosesnya, dinikmatin, nggak ngoyo, makan tetap makan, tapi dikontrol," cerita Adit.
"Kalau misalnya minggu ini makan tepung, jangan makan lagi ya. Bukannya nggak boleh. Jadi makanan-makanan kayak gitu itu jadi reward atau cheat. Tapi untungnya bisa nahan gue, sambungnya.
Setelah berhasil menurunkan berat badannya, tidak hanya merasa tubuhnya lebih sehat, tapi ia merasa hubungannya dengan sang anak juga menjadi lebih baik. Ketika anaknya minta gendong, dirinya tak lagi mengeluh ngos-ngosan seperti sebelumnya saat mengalami kelebihan berat badan.
Ia mengaku ingin menurunkan berat badannya 2-4 kg lagi. Ia juga berharap nantinya bisa mengikuti event lari setelah mendapatkan berat badan idealnya.
"Anak kalau ke bapak itu lebih minta gendong, kalau dulu 'bapak aja ngos-ngosan', kalau sekarang ayo gendong. Jadi ngerasa lebih dekat saja sama anak jadi nggak menolak ajakan dia," katanya.
"Pengennya kayak orang-orang yang sudah mulai lari, 5K, 10K, half marathon, marathon pengen ngerasain kayak gitu. Pengen ngerasain foto sama medali tapi beneran. Tapi ya dimulainya, coba entengin badan dulu kali ya," tandas Adit sembari bercanda.










































