Peringatan! Orang-orang dengan Kondisi Ini Tak Disarankan Makan Kol Goreng

Dilema Kol Goreng

Peringatan! Orang-orang dengan Kondisi Ini Tak Disarankan Makan Kol Goreng

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Sabtu, 17 Okt 2026 12:08 WIB
Authentic Indian food and snacks close up
Minyak yang dipakai berulang bikin kol goreng jadi tidak sehat. Foto: Getty Images/AltairSe
Jakarta -

Hidangan kol goreng memang kerap jadi favorit pendamping makan nasi karena rasanya yang gurih dan renyah. Namun, proses penggorengan suhu tinggi membuat struktur sayur ini bertindak seperti spons yang menyerap minyak jenuh dan lemak trans dalam jumlah banyak.

Karenanya, olahan ini bisa jadi sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh kelompok orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Masalah Pembuluh Darah dan Jantung

Dokter spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menegaskan, individu yang sudah memiliki riwayat penyakit kardiovaskular sama sekali tidak disarankan untuk mengonsumsi kol goreng, meskipun hanya sesekali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penumpukan lemak jahat dari minyak goreng dapat memperburuk penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis).

"Kalau misalnya udah ada kayak memang kalau kolesterolnya tinggi, terus ternyata punya hipertensi. Apalagi sampai punya penyakit aterosklerosis ya pasti nggak akan disarankan. Mau dia sekali atau dua minggu sekali," terang dr Yaze kepada detikcom, Jumat (16/10/2026).

ADVERTISEMENT

Kondisi Tekanan Darah Tinggi dan Kolesterol

Bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi dan hipertensi, kol goreng menjadi makanan yang harus dihindari. Bahaya ini makin berlipat ganda apabila sajian kol goreng tersebut diberi tambahan garam atau penyedap rasa berlebih saat disajikan

"Itu kan yang tadinya si kol ini sehat, sayuran, bahkan dia tuh sebenernya ada kandungan untuk pencegah kankernya, eh ini gara-gara misalnya udah minyaknya minyak jelantah, ditambahin beberapa bumbu sama akhirnya ditambahin garam," jelas dr Yaze.

"Kan natriumnya ikutan tinggi juga. Malah bisa menyebabkan penyakit hipertensi gitu," lanjutnya.

Anjuran Konsumsi Bagi Orang Sehat

Bagi individu yang kondisinya benar-benar sehat dan bebas dari riwayat penyakit metabolik, dr Yaze menyampaikan, kol goreng masih boleh dikonsumsi hanya sesekali dalam frekuensi yang sangat dibatasi.

"Kalo misalnya orang dengan sehat itu mungkin dia kayak cicip aja dalam waktu seminggu sekali itu masih oke," sarannya.

"Tapi nanti diulang lagi setelah dua minggu. Jadi jangan juga hampir tiap minggu jadi makan kol goreng," tambahnya.

Guna menjaga kesehatan jangka panjang, kelompok yang berisiko sangat dianjurkan untuk mengganti olahan gorengan ini dengan kol segar, kukus, atau rebusan sayur lain yang kaya serat dan nutrisi utuh.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Belajar Hidup Sehat dari Kebun Vertikal Tertinggi di Jaksel"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)
Dilema Kol Goreng
5 Konten
Kol segar merupakan sayuran yang punya banyak kandungan nutrisi bermanfaat. Kalau digoreng, bukan hanya manfaatnya berkurang. Minyaknya juga membawa risiko bagi kesehatan.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads