Teh Hijau Bisa Bantu Pangkas Lemak, Tapi Catat Syarat dari Dokter Gizi

Teh Hijau Bisa Bantu Pangkas Lemak, Tapi Catat Syarat dari Dokter Gizi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 20 Okt 2026 07:06 WIB
Teh Hijau Bisa Bantu Pangkas Lemak, Tapi Catat Syarat dari Dokter Gizi
Foto: Getty Images/iStockphoto/kuppa_rock
Jakarta -

Selain kopi hitam, teh hijau (green tea) kerap digadang-gadang sebagai minuman 'ajaib' yang ampuh melunturkan lemak dan memangkas berat badan. Tak heran jika minuman herbal ini sering diandalkan, bagi mereka yang sedang berjuang menurunkan angka timbangan.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, membenarkan bahwa teh hijau memang memiliki kandungan zat aktif serta kafein yang bermanfaat meningkatkan laju metabolisme tubuh.

"Selain kopi ada teh hijau yang juga punya zat aktif. Terus dia juga punya kafein yang hampir sama kayak kopi," ujar dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (15/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi dia bikin laju metabolisme kita itu agak meningkat sedikit," sambungnya.

Namun, dr Yaze menegaskan bahwa teh hijau tidak bisa secara 'ajaib' membakar lemak jika seseorang pasif atau minim bergerak. Syarat utama agar kerja pembakaran lemak berjalan optimal adalah diimbangi dengan aktivitas fisik.

ADVERTISEMENT

"Selama kita ada pergerakan, selama kita ada aktivitas. Jadi bukan berarti habis minum teh hijau terus duduk rebahan, tiduran, nggak bergerak apa-apa, salah juga. Jadi tetap harus ada aktivitas fisik yang dilakukan," tegasnya.

Efek Kenyang Cuma Sementara

Kandungan kafein di dalam teh hijau juga bisa menekan nafsu makan. Tetapi, dr Yaze mengingatkan untuk tidak menggantungkan kebutuhan nutrisi harian, hanya pada teh hijau.

Sebab, efek menahan lapar yang didapatkan dari teh hijau ini sifatnya tidak permanen.

"Tapi memang sementara nih sifatnya. Jadi kayak setelah itu, setelah 2 jam kemudian, pasti akan merasa lapar lagi," terang dr Yaze.

Oleh karena itu, dr Yaze mewanti-wanti agar masyarakat tidak melakukan diet ekstrem dengan meminum teh hijau secara berlebihan untuk menggantikan porsi makan harian.

"Jadi bukan berarti dalam 1 hari terus 3-4 kali minum kopi atau minum teh hijau lalu nggak makan nasi, itu nggak benar juga ya," pungkasnya.



(sao/kna)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads