Ada Nggak Tips Aman Turun BB dalam Seminggu? Catat Pesan Dokter Gizi

Ada Nggak Tips Aman Turun BB dalam Seminggu? Catat Pesan Dokter Gizi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Selasa, 27 Okt 2026 05:10 WIB
A close-up view of a young woman standing on a weighing scale, focusing on her feet and the display as she checks her weight. The scene highlights the importance of health and self-awareness in maintaining a balanced lifestyle.
Ada Nggak Tips Aman Turun BB dalam Seminggu? Catat Pesan Dokter Gizi. (Foto ilustrasi: Getty Images/Thai Liang Lim)
Jakarta -

Keinginan meluruhkan lemak tubuh secara kilat sering kali memanfaatkan berbagai metode diet ekstrem. Tak sedikit pejuang diet yang mencari cara instan, demi mendapatkan penurunan berat badan secara drastis hanya dalam hitungan hari atau minggu.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa meluruhkan massa lemak tubuh tidak bisa dilakukan dalam waktu sesingkat itu. Menurutnya, proses pembakaran lemak dan pembentukan otot membutuhkan konsistensi serta waktu yang tidak sebentar.

"Ini kayak PR banget ya, karena itu terlalu sempit waktunya kalau dalam seminggu. Karena orang yang untuk ngebakar lemak itu lumayan lama," tegas dr Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (22/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terus untuk ngebakar lemak juga artinya kamu harus membangun otot. Membangun otot itu bukan kayak Roro Jonggrang, sehari jadi, memang harus ada prosesnya," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

dr Yaze menyentil risiko salah kaprah di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa susutnya angka timbangan secara drastis dalam waktu kurang dari seminggu bukanlah indikasi hilangnya lemak tubuh, melainkan penguapan massa cairan.

"Prosesnya itu memang butuh waktu beberapa lama, beberapa bulan biasanya. Jadi gak mungkin langsung bisa dalam lima hari nih lemaknya hilang. Yang ada kalau misalnya memang turun berat badan dalam lima hari, itu hampir seratus persen yang hilang adalah cairan bukan lemaknya," terangnya.

Bukan Instan, Harus Kombinasi Beban dan Defisit Kalori

Lebih lanjut, dr Yaze mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tertipu oleh klaim atau produk diet yang menjanjikan penurunan berat badan drastis dalam waktu singkat.

Untuk membakar lemak secara efektif dan berkelanjutan, tubuh memerlukan kombinasi. Mulai dari defisit kalori dan latihan beban (strength training) guna membangun massa otot yang aktif membakar kalori.

"Kalau misalnya ada nih yang mengiming-imingi 'dalam lima hari kamu akan turun 5 kg', percayalah itu adalah airmu yang hilang, bukan lemakmu. Kalau mau bikin lemak itu hilang, lemak itu terbakar, kamu harus konsisten untuk defisit kalori sama aktivitas fisik, termasuk angkat beban, strength training," pungkasnya.



(sao/naf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads