Jumat, 06 Sep 2013 09:05 WIB

Doctor's Life

dr Rudy Kurniawan dan Antusiasme Meneliti Penyakit Tropis

- detikHealth
dr Rudy Kurniawan (Foto: Dian/detikHealth) dr Rudy Kurniawan (Foto: Dian/detikHealth)
Jakarta - Di Indonesia, penyakit tropis seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap mewabah di musim-musim tertentu. Namun sayangnya, penelitian terkait penyakit tropis seperti DBD masih bisa dibilang sedikit. Itulah yang membuat dr Rudy Kurniawan tertarik melakukan penelitian tentang penyakit tropis dan subtropis.

"Penyakit tropis kan memang tempatnya di daerah tropis, penelitiannya juga belum terlalu banyak dibandingkan negara-negara seperti Amerika, dan negara Eropa yang lebih banyak membahas penyakit metabolik, degeneratif. Jadi dengan kesempatan itu, kita mencoba share dan topiknya memang cukup hangat dibicarakan," kata dr Rudy.

Hal itu disampaikan salah satu grand finalis HiLo Green Ambassador kepada detikHealth usai acara Press Conference HiLo Green Ambassador 2013: Road To Derawan di Luna Negra Restaurant, Bapindo Plaza, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (6/9/2013).

Awalnya, penelitian dr Rudy dan timnya menggunakan studi literatur. Kemudian, mereka melihat bagaimana pola perkembangan penyakit tropis ini. Penelitian ini dilakukan dr Rudy di Tasmania, Australia, pada tahun 2010.

"Seperti kita ketahui kan penyakit tropis seharusnya di line tropis, tapi lama kelamaan dengan adanya peningkatan suhu secara global dia makin menyebar," tutur pria asal Pati, Jawa tengah ini.

Dengan kata lain, habitat penyakit tropis dengan faktor-faktor tertentu nantinya bisa beralih ke subtropis. dr Rudy mencontohkan demam berdarah yang awalnya memang berada di line tropis tapi dalam beberapa dekade ada beberapa kasus DBD yang terjadi di luar daerah tropis misalnya di negara-negara Eropa timur dan Portugal.

Di Indonesia sendiri, menurut dr Rudy, jumlahnya makin bertambah banyak. "Karena kalau kita lihat di dataran rendah kan memang banyak kelembaban-kelembaban tertentu, lama-lama dia akan naik ke dataran tinggi yang suhunya lebih rendah," ungkap lulusan Fakultas Kedokteran UI ini.

Jika ditilik dari gejala epidemiologinya, di Indonesia, penyakit tropis yang paling berbahaya memang demam berdarah. Tapi, tidak menutup kemungkinan adanya penyakit lain seperti Multiple Sclerosis. Hasil penelitian dr Rudy mengungkapkan bahwa penyakit tropis berkaitan erat dengan perubahan iklim secara global.

"Untuk proyeksi ke depannya, jika pemanasan global tidak ditekan, penyakit tropis seperti DBD akan mengenai semua daerah subtropis juga," katanya.

Kini, dr Rudy tengah menjalani internship di Kutai Timur selama satu tahun. Selain tertarik dengan penyakit tropis, dr Rudy juga memberi perhatian terhadap masalah HIV/AIDS. Bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS, dr Rudy juga aktif memberi penyuluhan tentang HIV/AIDS di Kutai Timur.

"Untuk HIV sendiri di Indonesia dari tahun ke tahun cukup stabil dan memang stagnan ke atas. Penyebaran paling banyak memang melalui hubungan seksual dan pemakaian jarum suntik itu memang dari tahun ke tahun naik turun antara dua hal itu," papar dr Rudy yang juga menyabet gelar the best Sociogreen HiLo Green Ambassador 2013 ini.

Menurutnya, antara sikap, pengetahuan, dan perilaku, perilaku tentang HIV/AIDS, kebanyakan orang sudah memiliki sikap dan pengetahuan yang cukup baik, tapi dari sisi perilaku bisa dikatakan masih kurang.

"Misalnya terkait penggunaan kondom kita pernah survei ke suatu tempat, Nah WPS itu sebenarnya udah ngerti tentang penggunaan dan kapan harus pakai kondom, sayangnya dari pelanggannya ada yang enggak mau. Justru kalau pake kesannya mereka berpenyakit, padahal mereka sendiri udah ngerti dan diberi edukasi kalau pakai kondom itu sebuah kewajiban," jelas dr Rudy.

BIODATA

Nama Lengkap
dr Rudy Kurniawan

Tanggal Lahir
12 Mei 1990

Riwayat Pendidikan
Fakultas Kedokteran UI (2007)
Kini tengah melakukan Internship di Kutai Timur, Kalimantan, selama 1 tahun.

Prestasi
- Melakukan penelitian tentang penyakit tropis tahun 2010 yang terdaftar di jurnal internasional PubMed.
- Mempresentasikan hubungan perubahan iklim dan penyakit tropis di Health Conference di Australia.
- Mewakili Indonesia dalam Konferensi Kesehatan internasional di Jepang, Korea Selatan, hingga Belanda.
- Grand finalis HiLo Green Ambassador 2013
- The best Sociogreen HiLo Green Ambassador 2013



(vta/vta)