Mengenal Hemofilia Lewat Donor Darah

Mengenal Hemofilia Lewat Donor Darah

M Reza Sulaiman - detikHealth
Minggu, 16 Feb 2014 09:03 WIB

- Mengangkat tema Hemofilia, Young On Top Campus Ambassador bekerjasam dengan Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) mengadakan acara Love Donation 2014. Acara digelar di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/2014).

"Hemofilia adalah kelainan pembekuan darah yang terjadi akibat kekurangan faktor pembekuan darah VIII atau IX," ujar dr Novie Amalia dari Divisi Hematologi Onkologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM. (Foto: Reza/detikHealth)
Karena kekurangan faktor pembekuan darah, pasien hemofilia bisa mengalami pendarahan terus menerus karena luka kecil. Pada pasien hemofilia berat, mereka bahkan bisa mengalami pendarahan spontan tanpa sebab apapun. (Foto: Reza/detikHealth)
Gejala yang sering terjadi pada pasien hemofilia adalah pendarahan pada sendi dan otot. Pada pasien hemofilia ringan dan sedang, pendarahan bisa terjadi akibat cabut gigi atau luka khitan. (Foto: Reza/detikHealth)
Pasien hemofilia yang terdaftar di Indonesia sebanyak kurang lebih 1200 orang. Namun menurut dr Novie, angka itu hanya 6 persen dari keseluruhan pasien hemofilia di Indonesia. "Perkiraan kita ada 20.000 sampai 25.000 pasien di seluruh Indonesia," sambung dr Novie. (Foto: Reza/detikHealth)
Acara Love Donation 2014 ini bertujuan untuk mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai gaya hidup. "Donor darah memberikan manfaat bagi pendonor dan penerima donor khususnya pasien hemofilia," ujar Billy Boen, penggagas komunitas Young On Top. (Foto: Reza/detikHealth)
Mengenal Hemofilia Lewat Donor Darah
Mengenal Hemofilia Lewat Donor Darah
Mengenal Hemofilia Lewat Donor Darah
Mengenal Hemofilia Lewat Donor Darah
Mengenal Hemofilia Lewat Donor Darah
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads