5 Mitos Kerontokan Rambut yang Keliru

5 Mitos Kerontokan Rambut yang Keliru

Pool - detikHealth
Rabu, 16 Agu 2017 13:35 WIB

Jakarta - Kerontokan rambut hingga berujung kebotakan bisa dialami oleh beberapa orang. Masalah ini cukup umum dan banyak mitos keliru yang beredar di sekitarnya.

Ada yang menyebut bahwa terlalu sering cuci rambut dengan sampo dapat memicu kerontokan. WebMD melaporkan bahwa memang saat mencuci rambut kita bisa kehilangan sekitar 250 helai rambut namun itu masih wajar. Malah bila tak dicuci ada risiko munculnya masalah gatal-gatal atau iritasi. (Foto: Thinkstock)
Kebotakan hanya terjadi pada pria saja? Jawabannya tidak. Wanita bisa juga mengalami masalah kerontokan rambut karena genetik, gangguan tiroid, anemia, kehamilan, hingga karena memakai gaya rambut tertentu. (Foto: iStock)
Punya ayah atau kakek yang botak disebut anaknya juga kelak akan botak. Kenyataannya meski genetik memang berperan, namun masalah kebotakan rambut itu bersifat polygenetic. Artinya 'bakat' botak tidak disebabkan oleh satu gen saja melainkan kombinasi dari banyak genetik. (Foto: Thinkstock)
Kebiasaan memakai topi juga sering disebut bisa memicu kerontokan rambut. Namun menurut hairfinder sepanjang topi yang digunakan tidak terlalu ketat, tidak terlalu lama dan disertai dengan perawatan rambut yang baik maka tidak akan menjadi penyebab kerontokan. (Foto: Sunsilk Hijab Hunt 2016)
Ada anggapan bahwa masalah kerontokan rambut hanya untuk mereka yang tua saja. Sayangnya meski memang kerontokan umumnya dialami orang tua, namun tanda-tanda kerontokan sudah bisa mulai terjadi di umur 20-an. (Foto: Thinkstock)
5 Mitos Kerontokan Rambut yang Keliru
5 Mitos Kerontokan Rambut yang Keliru
5 Mitos Kerontokan Rambut yang Keliru
5 Mitos Kerontokan Rambut yang Keliru
5 Mitos Kerontokan Rambut yang Keliru
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads