Jumat, 17 Jun 2016 15:02 WIB

Bintang Pop Jadi Bintang Iklan Junk Food Dituding Picu Obesitas di AS

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Musik adalah 'makanan' bagi jiwa. sehingga seolah-olah menjadi seorang idola, utamanya bintang pop, dapat mempengaruhi bahkan mengubah hidup seseorang.

Sayangnya, di Amerika, banyak penyanyi pop yang menjadi bintang iklan produk makanan dan minuman yang lazim digolongkan sebagai 'junk food'.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam journal Pediatrics baru-baru ini menyebut, hampir semua iklan produk junk food di Amerika dibintangi oleh musisi yang karyanya menduduki tangga lagu Billboard Hot 100 Chart selama kurun 2013 dan 2014.

Ambil contoh penyanyi Justin Timberlake yang membintangi iklan sebuah gerai makanan cepat saji, atau Drake untuk sebuah produk minuman soda.

Bahkan menurut peneliti, ini menjadi semacam tren di kalangan musisi Amerika. Apalagi untuk menjadi brand ambassador produk tersebut, mereka ditawari kontrak senilai jutaan Dollar AS.

"Ada juga musisi yang meng-endorse beberapa produk sekaligus, salah satunya will.i.am. Ia membintangi dua produk minuman ringan dan dua produk camilan," ungkap peneliti Marie Bragg dari New York University (NYU) Langone Medical Center.

Menurut Bragg, besarnya kontrak yang ditawarkan menunjukkan tingginya perhatian perusahaan pada aspek marketing atau pemasaran produk mereka. Bragg mencatat, industri makanan menghabiskan anggaran mencapai 1,8 miliar dollar AS pertahun hanya untuk pemasaran saja.

Baca juga: Hobi Makan Junk Food Saat Remaja, Waspada Risiko Kanker Payudara Mengintai

Ironisnya, iklan-iklan yang mayoritas ditayangkan lewat internet ini sengaja ditargetkan untuk pasar remaja. Dan nampaknya target ini tercapai. Terbukti dari data yang dimiliki peneliti terungkap, sebuah video iklan milik produk minuman soda terkemuka di Amerika yang dibintangi beberapa penyanyi pop telah ditonton lebih dari 160 juta kali, di mana mayoritas penontonnya adalah remaja.

Baca juga: Begini Triknya Agar Anak Tak Konsumsi Junk Food Berlebih

Padahal dengan menggunakan sebuah model analisis khusus, peneliti menemukan bahwa lebih dari 80 persen produk yang dibintangi penyanyi pop dunia ini digolongkan kurang gizi. Jenis produknya pun beragam, mulai dari minuman ringan, minuman berenergi, camilan ringan dan makanan cepat saji.

"Riset membuktikan, iklan makanan seperti ini memicu kebiasaan makan berlebih," tandas Bragg seperti dilaporkan Livescience.

Penelitian lain yang dipublikasikan Journal of the American Medical Association dua tahun lalu menyebut, lebih dari sepertiga anak dan remaja AS kelebihan berat badan atau obesitas. Ditengarai penyebab utamanya adalah pemasaran produk makanan tak sehat yang masif.

Bragg berharap studi ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fakta meresahkan ini. Ditambah lagi, menurut laporan US National Academy of Sciences, remaja di Amerika terpapar sekitar 6.000-an iklan makanan dan minuman tiap tahunya, sehingga sejumlah peneliti merekomendasikan adanya pelarangan iklan yang ditargetkan untuk anak-anak.

"Jika tidak, kami berharap para selebriti lebih mempromosikan gaya hidup atau mengonsumsi makanan yang lebih menyehatkan. Andai saja mereka sadar apa yang mereka lakukan telah memicu obesitas," tutupnya. (lll/vit)
News Feed