Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya

Picture Story

Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya

AP Photo - detikHealth
Rabu, 26 Agu 2020 21:45 WIB

Buenos Aires - Pandemi merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Pandemi Corona merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Fernanda Mariotti erat memeluk foto ibunya, Martha Pedrotti, yang meninggal dunia karena positif Corona. Mariotti meyakini sang ibu akhirnya meninggal karena kondisi dari kesedihan dan ketakutan setelah isolasi dan dipisahkan dari keluarganya.

Pandemi Corona merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Usai dikremasi, abu dari jenazah Martha Pedrotti berada di dalam guci di rumahnya di Buenos Aires. Sebelum sang ibu meninggal, Mariotti bersikeras agar dokter mengizinkannya untuk menjenguk dan menemanis sang ibu di rumah sakit agar sang ibu bisa tenang. Tapi ia selalu mendapat jawaban yang sama, seperti tembok besar yang tidak bisa dilewati.

Pandemi Corona merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Dokter Augusto Briceno memamerkan foto dirinya bersama ibunya Ines Nivia Frascino yang meninggal dunia pada 26 Juli 2020 lalu sebagai korban COVID-19. Briceno beruntung masih bisa mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya secara langsung sebelum sang ibu meninggal.

Pandemi Corona merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Sebastián Ezequiel Okada terlihat melakukan video call dengan ibunya, Esther Nako.

Pandemi Corona merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Komunikasi daring tersebut dibantu oleh psikolog Romina Tagnotta yang memegang ponsel di dalam unit perawatan intensif COVID-19 di Rumah Sakit Centro Gallago, Buenos Aires, pada 19 Agustus 2020 lalu. Nako akhirnya meninggal pada 22 Agustus.

Pandemi Corona merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Seorang petugas medis tengah membersihkan kantung jenazah berisi korban positif yang meninggal di sebuah rumah sakit di Buenos Aires, Argentina. Bagi sebagian dokter, asalkan menggunakan APD menyeluruh dan di bawah pengawasan medis yang ketat, setiap individu dapat menemani kerabat mereka yang sakit selama berjam-jam di unit COVID-19.

Pandemi Corona merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Sepasang suami istri berpelukan di pemakaman khusus COVID-19 di Buenos Aires.

Pandemi Corona merenggut satu per satu aspek kehidupan termasuk orang terkasih. Pelonggaran tak berarti bebas beraktivitas, Corona masih ada, nyata dan berbahaya.

Begini lansekap pemakaman khusus COVID-19 di Buenos Aires. Di saat jumlah kematian Corona meningkat di Argentina, beberapa rumah sakit kini mengizinkan keluarga dan kerabat mengenakan perlengkapan APD untuk menemani pasien.

Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya
Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya
Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya
Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya
Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya
Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya
Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya
Corona Masih Ada, Nyata dan Berbahaya
Berita Terkait