Amerika Serikat - Amerika Serikat tengah menghadapi infeksi COVID-19 dalam beberapa hari terakhir hingga mencatat 1.082.549 kasus dalam kurun waktu 24 jam pada Senin (3/1/2022).
Foto Health
AS Dihantam Tsunami COVID-19, Ada 1 Juta Kasus Sehari
Petugas kesehatan melakukan tes PCR COVID-19 drive-thru di Puyallup, Washington, Amerika Serikat, Selasa (4/1/2022). (AP/Ted S. Warren)
Antrean warga menggunakan mobil untuk melakukan tes usap. Dilihat dari data Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global, Amerika Serikat mencatat 1.082.549 kasus dalam kurun waktu 24 jam pada Senin (3/1/2022) dan tercatat 1.688 kematian akibat virus Corona di hari yang sama. (AP/Jeff Dean)
Menurut pihak berwenang AS, lonjakan kasus harian COVID-19 pada awal pekan ini terjadi karena sejumlah negara bagian di AS tidak merilis laporan infeksi harian COVID-19 pada malam tahun baru, Jumat (31/12/2021). (AP/Rick Bowmer)
Menurut laporan CNBC, hal tersebut dapat menyebabkan perhitungan infeksi harian pada Senin (3/1/2022) merupakan akumulasi selama akhir pekan lalu. (AP/Rick Bowmer)
Akibat hal tersebut, jumlah infeksi harian pada 3 Januari kemarin membuat rata-rata kasus COVID-19 di AS naik menjadi 480.273 kasus dengan 1.200 kematian dalam sehari. (AP/Jae C. Hong)
Pada Senin (3/1), Kementerian Kesehatan AS juga menuturkan sudah ada sekitar 98 ribu warga yang dirawat di rumah sakit akibat COVID-19. Angka ini naik 32 persen dibandingkan pekan lalu. (AP/Ted S. Warren)
Angka rawat inap itu mendekati angka puncak saat COVID-19 varian Delta menerpa AS pada awal September lalu. Saat itu, 103 ribu warga AS dirawat di rumah sakit akibat virus Corona. (AP/Ted S. Warren)
Tsunami COVID-19 di AS berlangsung ketika penyebaran virus Corona varian Omicron terus meluas di berbagai penjuru dunia. Saat ini AS mencatat penyebaran COVID-19 varian Omicron mulai menggeser dominasi varian Delta. (AP/Sarah Reingewirtz)
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) per 25 Desember 2021, 41 persen dari kasus COVID-19 baru di AS merupakan varian Delta. Sementara, varian Omicron mendominasi kasus COVID-19 baru di AS hingga 58,6 persen. (AP/Hans Gutknecht)











































