Singkirkan Mitos Penis Harus Besar

Singkirkan Mitos Penis Harus Besar

- detikHealth
Kamis, 16 Jul 2009 14:50 WIB
Singkirkan Mitos Penis Harus Besar
Jakarta - Memperbesar alat vital, atau minum obat kuat sudah menjadi kepercayaan yang turun temurun ketika seorang pria berhasrat mendapatkan kenikmatan bersetubuh yang maksimal.

Sebenarnya tak perlu repot-repot memperbesar Mr P, karena ukuran alat vital bukan menjadi faktor utama. Hubungan seks yang sehat itu harus mau sama mau dan pasangan bisa menikmatinya.

"Hubungan seks yang sehat itu harus mau sama mau, tidak ada kekerasan, sama-sama menikmati, dan tidak ada rasa takut," ujar dr Kartono Mohammad, MPH, mantan Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indoonesia (PB IDI), Kamis (16/7/2009).Sementara dr Handrawan Nadesul mengatakan sensitifitas vagina perempuan terletak di sepertiganya yaitu sekitar 6 cm, sehingga tidak diperlukan ukuran yang besar agar bisa mencapai G-spot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mitos yang berkembang bahwa alat pria harus besar dinilai bisa menyesatkan, pembodohan, dan kontraproduktif karena membuang-buang energi, waktu, dan uang untuk hal yang tidak perlu."Faktanya G-Spot menggugurkan teori Mak Erot bahwa tak perlu diperbesar karena memang sudah pas," ujar dr. Handrawan Nadesul seorang dokter yang juga penulis produktif masalah-masalah seputar kesehatan.

Selain 'ukuran' ternyata selama ini orang beranggapan bahwa obat kuat yang dijual bebas bisa menambah kenikmatan saat berhubungan. Namun, yang harus diwaspadai adalah obat kuat yang dijual bebas tersebut besar kemungkinan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh.

"Obat kuat yang alami berasal dari makanan yang sehat, mengandung protein, olahraga yang cukup dan tubuh yang sehat, jadi tidak perlu mengkonsumsi obat kuat yang dijual bebas," ujar dr Handrawan Nadesul.

Hubungan seks harus dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama, karena hubungan seks yang sehat bisa meningkatkan hormon endorfin yang bisa membuat orang merasa lebih baik atau merasa lebih sejahtera.

Dampak percaya terhadap mitos-mitos tersebut justru membuat keliru dalam mengambil tindakan yang berkaitan dengan seksualitas (misal ingin memperbesar penis dan payudara).

Mulai sekarang kata dr Kartono Mohammad yang penting adalah mengubah pemikiran yang salah dengan membuat pendidikan seks yang masuk dalam kurikulum, iklan terapi atau healing di media massa dilarang menyesatkan. Selain itu dapatkan informasi yang benar dan bertanggung jawab dengan membaca buku, majalah, tabloid, konsultasi dan mengikuti seminar.

Ukuran dan kekuatan bukanlah segalanya dalam berhubungan seks, tapi kesepakatan bersama dan bisa melakukan seks yang sehat dan aman memiliki nilai yang lebih penting untuk dipertimbangkan untuk kesehatan reproduksi bersama.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads