Dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, sebanyak 36 persen wanita bergelar MBA memilih karir yang berisiko tinggi dalam bidang keuangan seperti investasi bank atau penjualan.
Paola Sapienza, seorang profesor dari The Kellogg School of Management at North-Western University mencoba mengukur level testosteron pada air liur dari 500 wanita bergelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti juga menemukan hubungan antara testosteron dan pilihan karir para wanita yang masih kuliah dan menuju gelar Master (MBA). Mereka yang bertestosteron tinggi lebih memilih jenis karir yang berisiko tinggi dalam masalah keuangan.
"Ini adalah studi pertama yang menunjukkan bahwa perbedaan gender dalam masalah finansial didasari oleh faktor biologis, dan perbedaan level testosteron pada setiap individu bisa mempengaruhi aspek ekonomi dan karir seseorang," jelas Dario Maestripieri, seorang profesor dari The University of Chicago, seperti dikutip dari Health24, Rabu (26/8/2009).
Hormon memang salah satu faktor biologis yang membedakan pria dan wanita, termasuk hormon testosteron, yaitu hormon mengatur ciri sekunder pria.
Wanita juga sebenarnya memiliki hormon testosteron, namun levelnya akan lebih tinggi pada pria dibanding wanita. Pada wanita, hormon yang lebih dominan adalah estrogen.
Bagi para wanita yang kelebihan hormon testosteron, beberapa sifat dan perilaku pria pun akan muncul padanya, salah satunya yaitu sifat suka akan tantangan dan bahaya. Contoh profesi pilot atau polisi mungkin juga diakibatkan karena level hormon testosteronnya yang tinggi.











































