Dikutip dari ScienceDaily, Kamis (15/4/2010), pemindaian otak dilakukan dengan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI) oleh tim peneliti dari Brigham Young University.
Pesertanya adalah sekelompok wanita dengan berat badan normal dan tidak mengalami gangguan pola makan. Sebelum dipindai otaknya, mereka disuruh melihat foto seorang wanita tak dikenal yang mengalami kelebihan bobot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini akan dilaporkan dalam jurnal psikologi, Personality and Individual Differences untuk edisi Mei 2010.
Para peneliti sebenarnya tengah mengerjakan proyek untuk mengatasi gangguan makan dengan memindai otak. Pada wanita dengan gangguan makan anorexia dan bulimia, melihat foto wanita gemuk memang mengaktifkan pusat refleksi diri di otak yang dinamakan medial prefrontal cortex.
Para peneliti tidak menduga sebelumnya, bahwa wanita tanpa gangguan pola makan juga takut menjadi gemuk. Pengamatan terhadap kelompok tersebut pada awalnya hanya sebagai pembanding.
Karena penasaran dengan hasil tersebut, peneliti melakukan pengamatan serupa pada sekelompok pria. Sayang, gejala semacam ini tidak ditemukan pada pria. Ternyata otak pria biasa-biasa responsnya saja kalau menjadi gemuk.
(up/ir)











































