Tubuh Langsing Tak Selalu Sehat

ADVERTISEMENT

Tubuh Langsing Tak Selalu Sehat

- detikHealth
Selasa, 13 Jul 2010 07:53 WIB
Jakarta - Banyak penyakit bersumber dari lemak dan berat badan yang berlebih. Tapi menurut penelitian terbaru, orang yang ramping dan langsing sekalipun dapat memiliki tingkat lemak yang berbahaya di dalam tubuhnya.

Tubuh langsing tak selalu sehat. Ini merupakan kesimpulan yang diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan British Medical Research Council.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menggunakan scanner MRI tubuh untuk menunjukkan bahwa orang-orang super ramping pun bisa memiliki tingkat lemak internal yang tinggi di sekitar jantung, hati, ginjal dan pankreas. Orang-orang seperti ini disebut 'skinny-fat', yang juga punya risiko kesehatan yang berbahaya.

"Lemak yang tampak pada orang gemuk adalah lemak subcutaneous. Tapi yang sebenarnya lebih berbahaya adalah lemak visceral atau lemak yang tidak terlihat tetapi mengelilingi organ vital," jelas Dr Ron McCoy, juru bicara yang berbasis di Melbourne untuk dokter Royal College of Australian, seperti dilansir dari Indiavision, Selasa (13/7/2010).

Dr McCoy mengungkapkan bahwa lemak visceral merupakan lemak yang dimetabolisme oleh hati, yang diubah menjadi kolesterol. Kolesterol beredar dalam darah dan dapat menumpuk di arteri, yang akhirnya menyebabkan penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.

Lemak visceral juga dipercaya memproduksi lebih banyak hormon dan protein ketimbang lemak subcutaneous, sehingga mempengaruhi kadar glukosa, menyebabkan munculnya diabetes tipe-2 dan masalah-masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung.

Mengapa orang bertubuh ramping dapat menumpuk lemak dalam tubuh?

1. Kurangnya latihan fisik adalah alasan terbesar
"Jika tubuh Anda tidak bergerak, maka tidak dapat membangun metabolisme lemak, baik di luar (lemak subcutaneous) ataupun di dalam (lemak visceral)," ujar Sam Mower, seorang ahli fisiologi olahraga.

2. Pola makan yang buruk
"Jika Anda makan makanan tinggi lemak jenuh, seperti mentega, keju, kue dan biskuit, hampir semua disimpan sebagai lemak visceral," pungkas Mower.

Selain itu, menopause, asupan gula berlebih dan konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan orang mengalami 'skinny-fat'.

(mer/ir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT