Pakar hidup sehat dari Perpasti (Perkumpulan Praktisi Awet Sehat Indonesia), dr Phaidon L Toruan, MM mengatakan jika masakan daging tidak habis maka sebaiknya tidak dimasak ulang lebih dari 1 kali. Menurutnya ada 2 alasan untuk tidak memasak daging hingga berulang-ulang.
Alasan pertama adalah rusaknya kandungan protein di dalam daging saat dimasak ulang, sehingga manfaatnya semakin berkurang. Semakin sering dimasak ulang, struktur protein yang merupakan kandungan utama dalam daging akan semakin rusak dan akhirnya tidak bermanfaat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya struktur protein dalam daging saja yang rusak, kandungan lemak dan juga minyak yang dipakai untuk memasak juga akan berubah jika dipanaskan berulang-ulang. Struktur minyak yang telah dipanaskan lebih dari satu kali cenderung berubah menjadi minyak trans yang sifatnya jahat.
Di dalam pembuluh darah, minyak trans secara tidak langsung dapat meningkatkan risiko peradangan sehingga mempengaruhi elastisitas pembuluh darah. Selain itu, minyak tersebut juga sangat berpotensi menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.
Kondisi apapun yang terjadi di pembuluh darah akan mempengaruhi kerja jantung sebagai organ yang memompa pembuluh darah. Oleh karena itu tidak salah jika dikatakan bahwa kebiasaan memasak daging hingga berulang-ulang juga meningkatkan risiko gangguan jantung.
"Mengenai cara pengolahan yang benar saya pikir ahli pangan akan lebih kompeten untuk menjelaskan. Tetapi saya pikir, daripada dimasak berulang-ulang daging segar akan lebih sehat jika dibekukan di dalam freezer misalnya," lanjut dr Phaidon.
(up/ir)











































