Ringankan Nyeri Sendi dengan Terapi Cermin

Ringankan Nyeri Sendi dengan Terapi Cermin

- detikHealth
Senin, 14 Nov 2011 15:33 WIB
Ringankan Nyeri Sendi dengan Terapi Cermin
San Diego - Pikiran dan penglihatan terkadang dapat menipu. Hal itu dimanfaatkan para ilmuwan untuk mengatasi rasa nyeri akibat radang sendi. Menipu pikiran penderita radang sendi terhadap rasa sakit ternyata berhasil meredam rasa sakitnya. Caranya adalah dengan ilusi menukar tangan yang sakit dengan tangan yang sehat.

Metode baru yang disebut terapi cermin ini dibeberkan dalam pertemuan tahunan Society for Neuroscience. Sejauh ini, terapi cermin terbukti ampuh mengurangi beberapa jenis nyeri yang parah. Sayangnya, belum diketahui dengan jelas apakah terapi cermin bisa mengurangi rasa sakit akibat rematik dan radang sendi.

Laura Case dan VS Ramachandran di Universitas California, San Diego merekrut delapan orang relawan yang mengalami radang sendi dan rematik. Para relawan melihat pantulan bayangan tangan yang sehat di tempat yang sama dengan tangan relawan yang terasa nyeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memperkuat sensasi pertukaran tangan, para peneliti secara bersamaan menyentuh tangan Case dan tangan relawan sehingga menciptakan sensasi seolah-olah melihat dan merasakan sentuhan. Relawan kemudian menirukan serangkaian gerakan tangan lambat yang dilakukan peneliti.

Setelah mengalami ilusi, relawan melaporkan rasa sakitnya berkurang rata-rata sekitar 1,5 poin dari skala 10 poin (poin 10 adalah yang paling nyeri). Tingkat rasa nyeri beberapa orang turun sebanyak tiga poin.

"Ini adalah kekuatan penglihatan. Dalam kasus ini, penglihatan mengesampingkan apa yang dianggap sebagai sensasi terkuat, yaitu rasa sakit," kata McCabe.

Biasanya, terapi cermin dilakukan dengan tangan sendiri yang sehat. Tetapi karena kedua tangan peserta bengkak dan sakit, peneliti menggunakan tangan sehat sang penguji. Cukup dengan melihat tangan yang kasar dan menonjol, radang sendi nampaknya memiliki efek yang mendalam terhadap rasa nyeri.

Karena percobaan ini hanya menguji rasa sakit sebelum dan sesudah ilusi, para peneliti tidak tahu apakah metode ini dapat meringankan nyeri untuk jangka panjang.

Jika hasil temuan yang dilansir ScienceNews.org, Senin (14/11/2011) ini telah dikonfirmasi efektifitasnya, maka metode ini dapat menjadi cara yang murah dan efektif untuk mengurangi nyeri radang sendi kronis tanpa efek samping.

"Temuan ini benar-benar menarik. Meskipun hanya tipuan mata, tapi teori yang mendasarinya kuat," kata pakar nyeri Candy McCabe dari University of Bath di Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads