Metode baru yang disebut terapi cermin ini dibeberkan dalam pertemuan tahunan Society for Neuroscience. Sejauh ini, terapi cermin terbukti ampuh mengurangi beberapa jenis nyeri yang parah. Sayangnya, belum diketahui dengan jelas apakah terapi cermin bisa mengurangi rasa sakit akibat rematik dan radang sendi.
Laura Case dan VS Ramachandran di Universitas California, San Diego merekrut delapan orang relawan yang mengalami radang sendi dan rematik. Para relawan melihat pantulan bayangan tangan yang sehat di tempat yang sama dengan tangan relawan yang terasa nyeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mengalami ilusi, relawan melaporkan rasa sakitnya berkurang rata-rata sekitar 1,5 poin dari skala 10 poin (poin 10 adalah yang paling nyeri). Tingkat rasa nyeri beberapa orang turun sebanyak tiga poin.
"Ini adalah kekuatan penglihatan. Dalam kasus ini, penglihatan mengesampingkan apa yang dianggap sebagai sensasi terkuat, yaitu rasa sakit," kata McCabe.
Biasanya, terapi cermin dilakukan dengan tangan sendiri yang sehat. Tetapi karena kedua tangan peserta bengkak dan sakit, peneliti menggunakan tangan sehat sang penguji. Cukup dengan melihat tangan yang kasar dan menonjol, radang sendi nampaknya memiliki efek yang mendalam terhadap rasa nyeri.
Karena percobaan ini hanya menguji rasa sakit sebelum dan sesudah ilusi, para peneliti tidak tahu apakah metode ini dapat meringankan nyeri untuk jangka panjang.
Jika hasil temuan yang dilansir ScienceNews.org, Senin (14/11/2011) ini telah dikonfirmasi efektifitasnya, maka metode ini dapat menjadi cara yang murah dan efektif untuk mengurangi nyeri radang sendi kronis tanpa efek samping.
"Temuan ini benar-benar menarik. Meskipun hanya tipuan mata, tapi teori yang mendasarinya kuat," kata pakar nyeri Candy McCabe dari University of Bath di Inggris, yang tidak terlibat dalam penelitian.
(ir/ir)











































