Kontes tersebut sebenarnya bertujuan untuk menyeleksi 10 mahasiswi di pusat provinsi Hubei, China. Kebijakan yang dikeluarkan hari Jumat, (28/9/2012) lalu ini kemudian memancing kontrovesi.
"Bagaimana bisa standar kecantikan termasuk menghitung jarak payudara. Apakah mereka menganggap wanita sebagai mainan? Menilai wanita dengan kriteria kaku seperti begitu sangat keterlaluan," tukas Yang Lan, tokoh pertelevisian di China seperti dilansir New York Daily News, Selasa (2/10/2012).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengapa lebih dari 20 centimeter? Jujur saja saya tidak tahu siapa yang memiliki ide menetapkan angka-angka ini," kata seorang pengguna di Weibo, sosial media serupa Twitter versi Cina.
Dalam sebuah surat kabar lokal, salah seorang staf kontes menjelaskan bahwa kontes kecantikan ini berupaya menggabungkan standar kecantikan tradisional China dan standar kecantikan Barat yang moderen. Sebelum menetapkan jarak payudara tersebut, penyelenggara kontes kabarnya telah melakukan penelitian di Internet untuk menentukan kriterianya.
Selain mempertimbangkan pengukuran tradisional seperti dada, pinggang dan pinggul, kontes ini juga mengatakan jarak antara kedua pupil mata harus sebesar 46 persen dari jarak pupil mata dengan telinga.
"Kontes kecantikan ini tidak masuk akal. Atas dasar apa juri menggunakan standar mereka sendiri untuk mengukur kecantikan?" kata seorang pengguna Weibo.
(pah/ir)











































