Rasa manis membuat banyak orang ketagihan sehingga tidak bisa jauh dari gula. Padahal selain mengikis gigi, gula juga meningkatkan risiko kegemukan, diabetes, dan sakit jantung. Karena itu, jauh-jauhlah dari si manis.
"Saya sarankan untuk tidak menyentuh gula karena glisemiknya tinggi. Pada anak saja, gula bisa membuat hiperaktif," ujar dokter gizi, dr Samuel Oetoro, MS, SpGK.
Hal itu disampaikan dia dalam peluncuran buku 'Smart Eating 1.000 Jurus Makan Pintar dan Hidup Bugar' di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2012). Buku itu ditulis dr Samuel bersama praktisi hidup sehat Erwin Parengkuan dan Jana Parengkuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan ketika memasuki aliran darah, gula akan akan meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Hal menyebabkan ketergantungan karena tubuh membutuhkan aliran konstan untuk mempertahankan tingkat gula.
"Akibatnya akan ketagihan untuk terus minum minuman bergula," ucap dr. Samuel.
Menurut dia, konsumsi gula bisa diganti dengan mengonsumsi produk pemanis dengan kalori rendah. Tapi ketika tujuannya membentuk kebiasaan agar terlepas dari gula maka sebaiknya benar-benar menghindari yg manis.
Nah, sudah siapkah Anda tak lagi menyentuh 'si manis?'.
(/up)










































