Jangan Diratapi Terus, Usia Makin Tua Juga Ada Manfaat Sehatnya

Jangan Diratapi Terus, Usia Makin Tua Juga Ada Manfaat Sehatnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 15 Apr 2013 15:33 WIB
Jangan Diratapi Terus, Usia Makin Tua Juga Ada Manfaat Sehatnya
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Usia tidak pernah bisa dilawan, cepat atau lambat seseorang akan menjadi tua. Banyak yang panik karena merasa belum puas menikmati masa muda, namun sebaiknya tidak demikian. Menurut ahli kesehatan, menjadi tua juga banyak manfaatnya.

Beberapa manfaat sehat dengan menjadi tua antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Healthy Living MSN, Senin (15/4/2013).

1. Makin jarang kena penyakit tertentu

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Anak kecil dan kelompok lanjut usia (lansia) memang lebih rawan terhadap infeksi penyakit misalnya flu. Namun menurut sejumlah pakar kesehatan, makin tua usia makin bagus pertahanan tubuhnya. Usia 30-an hingga 40-an tahun adalah masa emas saat kekebalan tubuh sedang bagus-bagusnya.

"Dari waktu ke waktu,  kita menyimpan makin banyak jenis-jenis antibodi dalam sebuah sistem yang disebut 'perpustakaan antibodi'," kata Roxanne Sukol, MD, dari Cleveland Clinic Wellness Institute.

2. Stamina lebih bagus

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Karir seorang atlet sering memuncak pada usia tertentu terutama 30-an tahun, sementara pada non-atlet efek penuaan pada stamina bisa dirasakan sampai usia 40-an tahun.

"Jadi kebanyakan adalah soal mental. Seringnya, di usia 20-an tahun hidup belum cukup menguji kita jadi kita tidak tahu seberapa besar kemampuan kita yang sebenarnya. Tapi sekarang (di usia 30-an tahun) Anda bisa memanfaatkan cadangan tenaga untuk tetap beraktivitas," kata Christiane Northrup, MD, penulis Women's Bodies, Women's Wisdom.

3. Gairah seks lebih membara

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Kemampuan fisik pada para lelaki untuk bisa ereksi misalnya, tidak bisa dipungkiri bisa menurun pada usia tertentu. Namun jauh di dalam tubuh, perubahan komposisi hormonal justru membuat gairah seks di usia tersebut justru meningkat baik pada laki-laki maupun perempuan. Kemampuan untuk mencapai orgasme otomatis juga meningkat.

Sebuah survei menunjukkan, hanya 61 persen perempuan usia 18-24 tahun yang pernah merasakan orgasme. Di usia 30-an tahun, angkanya naik menjadi 65 persen dan di usia 40-50 tahun naik lagi menjadi 70 persen.

4. Lebih jarang stres

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Meski respons tubuh terhadap stres mungkin tidak berubah, kemampuan untuk beradaptasi dengan segala kondisi akan membaik seiring bertambahnya usia. Belum lagi, makin mapan dalam karir dan hubungan berarti juga makin tidak banyak pikiran.

"Kecanduan untuk mengkhawatirkan penampilan akan berkurang, sehingga ada lebih banyak energi untuk benar-benar meningkatkan level kejiwaan," kata Dr Northrup.

5. Pelupa tapi sebenarnya kemampuan otak meningkat

Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Boleh jadi kemampuan untuk mengingat akan menurun sejak usia 40-an tahun, karena fungsi otak di bagian ini memang berkurang. Namun fungsi otak bukan cuma sebagai pusat memori. Di bagian lain, otak pada orang yang makin tua justru semakin kuat akibat efek neuroplasticity. Kemampuan menyelesaikan masalah misalnya, cenderung meningkat karena otak makin mahir mengoordinasikan bagian kanan dan kiri secara seimbang.
Halaman 2 dari 6
Anak kecil dan kelompok lanjut usia (lansia) memang lebih rawan terhadap infeksi penyakit misalnya flu. Namun menurut sejumlah pakar kesehatan, makin tua usia makin bagus pertahanan tubuhnya. Usia 30-an hingga 40-an tahun adalah masa emas saat kekebalan tubuh sedang bagus-bagusnya.

"Dari waktu ke waktu,  kita menyimpan makin banyak jenis-jenis antibodi dalam sebuah sistem yang disebut 'perpustakaan antibodi'," kata Roxanne Sukol, MD, dari Cleveland Clinic Wellness Institute.

Karir seorang atlet sering memuncak pada usia tertentu terutama 30-an tahun, sementara pada non-atlet efek penuaan pada stamina bisa dirasakan sampai usia 40-an tahun.

"Jadi kebanyakan adalah soal mental. Seringnya, di usia 20-an tahun hidup belum cukup menguji kita jadi kita tidak tahu seberapa besar kemampuan kita yang sebenarnya. Tapi sekarang (di usia 30-an tahun) Anda bisa memanfaatkan cadangan tenaga untuk tetap beraktivitas," kata Christiane Northrup, MD, penulis Women's Bodies, Women's Wisdom.

Kemampuan fisik pada para lelaki untuk bisa ereksi misalnya, tidak bisa dipungkiri bisa menurun pada usia tertentu. Namun jauh di dalam tubuh, perubahan komposisi hormonal justru membuat gairah seks di usia tersebut justru meningkat baik pada laki-laki maupun perempuan. Kemampuan untuk mencapai orgasme otomatis juga meningkat.

Sebuah survei menunjukkan, hanya 61 persen perempuan usia 18-24 tahun yang pernah merasakan orgasme. Di usia 30-an tahun, angkanya naik menjadi 65 persen dan di usia 40-50 tahun naik lagi menjadi 70 persen.

Meski respons tubuh terhadap stres mungkin tidak berubah, kemampuan untuk beradaptasi dengan segala kondisi akan membaik seiring bertambahnya usia. Belum lagi, makin mapan dalam karir dan hubungan berarti juga makin tidak banyak pikiran.

"Kecanduan untuk mengkhawatirkan penampilan akan berkurang, sehingga ada lebih banyak energi untuk benar-benar meningkatkan level kejiwaan," kata Dr Northrup.

Boleh jadi kemampuan untuk mengingat akan menurun sejak usia 40-an tahun, karena fungsi otak di bagian ini memang berkurang. Namun fungsi otak bukan cuma sebagai pusat memori. Di bagian lain, otak pada orang yang makin tua justru semakin kuat akibat efek neuroplasticity. Kemampuan menyelesaikan masalah misalnya, cenderung meningkat karena otak makin mahir mengoordinasikan bagian kanan dan kiri secara seimbang.

(up/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads