Cegah Anak Stunting Paling Efektif Dilakukan Sejak Kehamilan

Cegah Anak Stunting Paling Efektif Dilakukan Sejak Kehamilan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 23 Jun 2015 15:00 WIB
Cegah Anak Stunting Paling Efektif Dilakukan Sejak Kehamilan
Jakarta - Pakar mengatakan 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fase emas untuk mencegah anak tumbuh stunting (bertubuh pendek). Nah, penelitian membuktikan bahwa dari 1.000 hari tersebut, periode paling efektif untuk mencegah stunting ada pada masa kehamilan.

Dalam sidang promosi doktornya, Dr Luh Ade Ari Wiradnyani, MSC, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan bahwa ada 4 program gizi ibu dan anak yang dilakukan oleh pemerintah. Satu program dilakukan ketika ibu hamil dan tiga lainnya diberikan untuk anak ketika sudah lahir hingga usia 2 tahun.

Ternyata, program untuk ibu hamil yakni pemberian suplemen tablet penambah darah atau tablet besi folat (TBF) memiliki pengaruh yang lebih besar dalam pencegahan anak stunting. Sementara pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) berperan besar dalam pencehan stunting untuk anak usia 6-11 bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara dua program lainnya, yakni pemberian ASI lanjutan hingga 23 bulan dan suplementasi kapsul vitamin A bagi anak tidak memberikan hasil yang signifikan. Oleh karenanya, program pemberian TBF dan MP-ASI yang sehat dan bergizi harus dimaksimalkan.

"Banyak ibu-ibu yang enggan mengonsumsi tablet penambah darahnya karena rasanya yang tidak enak dan sebagainya. Lalu sebagian lainnya menganggap bahwa ASI saja sudah cukup, padahal kita tahu kalau di atas 6 bulan gizi yang ada di ASI jelas tidak akan cukup untuk kebutuhan nutrisi anak," tutur Dr Ade, ketika ditemui wartawan di Gedung Senat FK UI, Jl Salembara Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2015).

Baca juga: Menkes Nila: Gizi Cukup Bekal Masa Depan Sejahtera

Dalam disertasinya, Dr Ade mengedepankan dua hal untuk pemaksimalan program pemberian TBF dan MP-ASI. Pertama dan paling penting adalah adanya dukungan suami dalam program tersebut.

"Sembilan ibu yang memiliki angka kepatuhan tinggi untuk 4 program tersebut mengaku peran suami sangat besar. Sementara di pihak lain, ibu dengan suami yang tidak mendukung memiliki angka kepatuhan yang kecil," tuturnya.

Terakhir soal pentingnya MP-ASI. Beberapa kelompok masyarakat, terutama masyarakat golongan menengah ke bawah, menganggap MPASI tidak penting. Padahal nyatanya tidak demikian.

"MP-ASI penting untuk pemenuhan gizi dan memberikan pendidikan makan pada anak. ASI memang penting dan wajib untuk 6 bulan pertama, namun setelah itu tidak akan cukup. Pemerintah juga harus mempromosikan MP-ASI untuk anak di atas 6 bulan, sebelum akhirnya bisa mencerna makanan berat," pungkasnya.

Baca juga: Lewat Usia 6 Bulan, ASI Saja Tidak Cukup Agar si Kecil Tumbuh Optimal

(mrs/up)

Berita Terkait