Untuk studi ini, peneliti melibatkan 954 orang yang lahir di Selandia Baru pada kurun tahun 1972-1973. Mereka kemudian memfokuskan pengamatan terhadap 18 indikator biologis yang berkaitan dengan penuaan pada diri masing-masing partisipan.
Ke-18 indikator tersebut antara lain fungsi ginjal, liver (hati) dan paru-paru, kesehatan gigi, kondisi pembuluh darah di mata, fungsi sistem metabolisme dan sistem kekebalan, tingkat kebugaran, kadar kolesterol, bahkan hingga ke panjang telomere atau semacam 'topi pelindung' di ujung kromosom yang cenderung memendek tiap kali usia seseorang bertambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Percepat Regenerasi Sel, Kulit Penis Bayi Diminati Jadi Krim Kecantikan
Peneliti Prof Terrie Moffitt dari Duke University, California Utara mengemukakan sebagian besar partisipan memiliki usia biologis yang sama dengan usia kronologisnya, jadi satu tahun usia biologis untuk satu tahun usia kronologis.
Akan tetapi ada juga beberapa partisipan yang telah memperlihatkan tanda-tanda penuaan di awal studi, atau saat usianya baru 26 tahun. "Untuk satu tahun usia kronologis, usia biologis orang-orang ini setara dengan tiga tahun," lanjutnya.
Padahal menurut Prof Moffitt, kondisi ini tidaklah lazim, sebab normalnya usia biologis seseorang hanya berjarak beberapa tahun saja dari usia kronologisnya. Dan hal ini dipastikan peneliti dengan melakukan tes untuk mengetahui fungsi otak partisipan.
"Mereka yang usia biologisnya lebih 'tua' dari usia kronologisnya cenderung memiliki skor tes yang buruk, termasuk ketika menjalani tes keseimbangan dan koordinasi, karena hasil tes mereka tak sesuai dengan usianya," katanya.
Sayangnya dari percobaan ini Prof Moffitt belum dapat menemukan penjelasan tentang mekanisme laju usia biologis itu sendiri. Namun dari temuan ini, ia berharap dapat menemukan metode untuk memperlambat laju penuaan sekaligus mencegah munculnya penyakit yang biasanya menyertai penuaan itu sendiri.
"Pada akhirnya kita mungkin bisa memperlambat penuaan sekaligus mencegah munculnya penyakit yang biasa menyertainya dengan melakukan intervensi pada generasi muda sedini mungkin," pungkasnya seperti dikutip dari BBC, Sabtu (11/7/2015).
Baca juga: Saran Dokter, Tertawa Jangan Berlebihan Jika Tak Ingin Tampak Cepat Tua (lll/up)











































