Kamis, 12 Mei 2016 07:01 WIB

Makan Buah Baiknya Sebelum atau Sesudah Makan?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Konsumsi buah bisa membantu memenuhi kebutuhan serat bagi tubuh. Nah, untuk waktu makan buah, lebih dianjurkan sebelum makan atau sesudah makan?

"Supaya absorbsi vitamin, mineral, dan kandungan lain dalam buah optimal disarankan memang saat perut kosong ya," kata dr Frieda Handayani Kawanto SpA(K) dari divisi gastrohepatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

"Toh mau sesudah makan, beri jeda 15 sampai 30 menit supaya kondisi perut tidak terlalu penuh sehingga penyerapan nutrisi buah bisa lebih baik," lanjut dr Frieda di sela-sela peluncuran program Kebiasaan Makan Sehat bersama Sarihusada di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2016).

Saat mengonsumsi buah, dr Frieda amat menyarankan dalam bentuk langsung makan. Apalagi, dalam proses pengunyahan terdapat berbagai enzim yang bisa membuat penyerapan nutrisi buah di usus menjadi lebih baik.

Baca jugaSi Kecil Malas Makan Buah dan Sayur? Yuk Simak Tips dari Bu Dokter

Jika hendak menjadikan buah sebagai jus, dr Frieda mengingatkan sebaiknya tidak menyaring jus. Sebab, ketika jus disaring maka akan lebih banyak sari buah yang terserap dibandingkan seratnya. Jika blender yang digunakan memiliki kecepatan berbeda, sebaiknya jangan gunakan kecepatan maksimal.

Diungkapkan dr Frieda, beberapa literatur menunjukkan putaran blender yang terlalu cepat mudah menimbulkan panas dan bisa berpengaruh pada kualitas serat. Sehingga, disarankan untuk menggunakan slow juicer.

"Dengan slow juicer diharapkan mineral di dalam buah dan sayur tidak hancur dan masih bisa ditinggalkan seeratnya," kata dr Frieda.

dr Frieda menambahkan, ssupan serat yang disarankan untuk batita yakni 19 gram, usia 4-8 tahun 25 gram; remaja 31-38 gram; dan dewasa 50 gram per hari. Dalam proses pencernaan, di usus besar serat akan difermentasi oleh bakteri baik. Hasil cerna serat diebut SCFA atau asam lemak rantai pendek yang salah satunya mengandung butirat. Jika butirat banyak masuk ke saluran darah, hati, dan otak, akan dihasilkan hormon serotonin dan mencegah penyakit kepikunan.

Baca jugaTak Ada Kata Terlambat, Kebiasaan Makan Sehat Bisa Dibentuk Saat Remaja

(rdn/vit)