Selasa, 20 Sep 2016 09:10 WIB

Keringat Bikin Bau Badan? Asupan Tertentu Bisa Bantu Mengatasinya

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Aroma keringat masing-masing orang memang berbeda. Beberapa faktor yang memengaruhinya adalah aktivitas, berat badan, juga asupan. Nah, sebuah studi menunjukkan satu asupan ini bisa membuat aroma keringat lebih baik.

Peneliti di Australia's Macquarie University merekrut 43 pria non-perokok dan diminta menginformasikan diet mereka. Setelah itu, para pria diminta mandi tanpa menggunakan produk dengan wewangian selama 24 jam pertama studi tersebut dilakukan.

Pada hari kedua, responden diminta menggunakan t-shirt katun dan melakukan minimal satu jam latihan tanpa mandi setelahnya. Di akhir periode 24 jam kedua, t-shirt yang digunakan responden dimasukkan dalam tas dan dikirim ke laboratorium agar sampel keringat mereka bisa diekstraksi.

"Kami kemudian meminta sembilan wanita mengendus sampel keringat tersebut untuk menilai seberapa buruk dan menyenangkannya bau keringat para responden," kata ketua peneliti Dr Ian Stephen, seperti dilansir borderchronicle.com.au.

Hasilnya, diketahui bahwa pria yang mengonsumsi buah dan sayur menurut para wanita memiliki aroma keringat yang cenderung manis. Sementara, aroma floral dicium para wanita pada keringat pria yang mengonsumsi daging, telur, dan kedelai. Sementara, pria yang mengonsumsi karbohidrat lebih banyak disebut memiliki bau keringat yang paling tidak enak.

Baca juga: Fakta-fakta Bau Badan yang Anda Perlu Tahu

Dikutip dari Women's Health, disebutkan bahwa peneliti berasumsi keringat pria mengirim sinyal soal kesehatannya. Ketika pria lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur, mereka cenderung lebih sehat dengan aroma keringat yang lebih baik. Meski studi ini mengamati para pria, tetapi diyakini efek konsumsi buah dan sayur pada bau keringat juga berlaku pada wanita.

Kepada detikHealth beberapa waktu lalu, dr Eddy Karta SpKK dari EDMO Clinic Jakarta Selatan menyatakan tiap orang memang 'memproduksi' aroma khas masing-masing. Dikatakan dr Eddy, kelenjar keringat apokrin yang aktif setelah remaja dapat menimbulkan aroma khas, khususnya di ketiak dan selangkangan.

"Namun aroma yang keluar dapat berbeda-beda setiap orang karena dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya adalah kebersihan, pola makan, obat-obatan yang dikonsumsi, gaya hidup dan juga faktor genetik," kata dr Eddy.

Dijelaskan oleh dr Eddy, produksi aroma khas tersebut akan tetap muncul meskipun orang juga bisa memproduksi bau masam dari tubuhnya. Walaupun, pada dasarnya seseorang memiliki kelenjar keringat ekrin yang terdapat di seluruh tubuh dan mengeluarkan aroma seperti bau masam.

Baca juga: Biang Keringat, si Bintik yang Gatal dan Kemerahan



. (rdn/vit)