Dikatakan profesor klinis di University of California, Los Angeles Medical Center, Mark Morocco MD, Anda perlu cek ke dokter jika ada perubahan status sakit kepala yang dialami. Misalnya sakit kepala biasanya dialami dengan intensitas sedang tapi beberapa waktu terakhir intensitasnya menjadi besar.
"Orang-orang umumnya khawatir apakah sakit kepala yang dialami berkaitan dengan risiko tumor otak. Meski sakit kepala tidak melulu tanda tumor otak, tapi ada kondisi serius yang butuh penanganan yang ditandai salah satunya dengan sakit kepala," kata Morocco.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: 4 Asupan Ini Bisa Bantu Kontrol Migrain yang Mengganggu
1. Sakit kepala parah dan tiba-tiba muncul bak petir
|
Foto: Thinkstock
|
Ia menekankan, rasa sakit yang dirasakan orang dengan SAH tidak akan cepat hilang. Lain halnya jika sakit kepala tak tertahankan yang Anda rasakan cepat hilang dalam hitungan detik atau menit.
2. Sakit kepala tidak seperti biasanya
|
Foto: thinkstock
|
Baca juga: Mengatasi Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh
3. Sakit kepala disertai demam
|
Foto: Getty Images
|
"Terutama jika sakit kepala parah Anda disertai demam dan perubahan perilaku seperti susah mengingat anak Anda atau Anda bertingkah tidak seperti biasanya, segeralah cek ke dokter," kata Morocco.
4. Disertai rasa sakit di sekitar mata
|
Foto: Thinkstock
|
Menurut Morocco, sering terjadi di mana seseorang pergi ke bioskop dan saat lampu mulai diredupkan, pupil membesar dan terjadi perubahan tekanan yang memicu sakit kepala dan gejala lainnya.
5. Rasa sakit di pelipis
|
Foto: http://www.womenshealthmag.com
|
Tak segera ditangani, temporal arteritis dikatakan Morocco bisa menyebabkan kebutaan.
6. Sakit kepala Anda menular
|
Foto: (Thinkstock)
|
Jika Anda keluar ruangan dan sakit kepala mulai membaik, peringatkan orang lain untuk keluar ruangan, buka pintu dan jendela kemudian selidiki lagi di area mana terjadi kebocoran CO2.











































