Anak Kecil Kok Sering Mimisan

Anak Kecil Kok Sering Mimisan

- detikHealth
Jumat, 28 Agu 2009 16:57 WIB
Anak Kecil Kok Sering Mimisan
Jakarta - Hampir semua anak kecil pernah mengalami mimisan atau keluar darah dari lubang hidung. Ada anak yang sering mengalaminya tapi ada juga yang hanya sekali. Apa yang menyebabkan darah keluar dari lubang hidung?

Mimisan biasanya disebabkan oleh pecahnya membran tipis yang membatasi bagian lubang hidung (nostril). Darah yang keluar dari hidung akan berhenti jika sudah menggumpal.

Jika mimisan jarang terjadi atau hanya sekali pada anak-anak, maka itu merupakan hal yang normal. Namun, jika anak merasa tersiksa dan sering kali mimisan sebaiknya segera periksakan ke dokter apa penyebab pastinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terdapat dua tipe dari mimisan ini. Tipe pertama adalah yang biasa terjadi ketika pendarahan dimulai pada bagian bawah dari dinding penyekat (septum), biasanya dikenal dengan pendarahan di depan (anterior bleeding). Tipe yang kedua jarang terjadi dan lebih serius keadaannya karena dimulai dari bagian atas, biasanya disebut dengan pendarahan belakang (posterior bleeding). Tipe ini bisa menyebabkan darah turun ke tenggorokan ketika anak duduk dengan tegak, jika anak menderita tipe ini harus mendapatkan pengobatan serius.

Umumnya penyebab normal terjadinya mimisan akibat adanya pukulan atau benturan pada hidung. Mengorek atau mengeluarkan cairan hidung terlalu keras juga bisa menjadi pemicu timbulnya mimisan. Beberapa anak ada yang mengalami mimisan bukan karena hal itu, tapi seperti kondisi sekitar yang panas atau lembab juga bisa menyebabkan mimisan, seperti dikutip dari Parenting, Jumat (28/8/2009).

Untuk mengatasi mimisan, posisi yang ideal adalah dengan mendudukkannya dan condong ke depan. Posisi ini akan membuat darah keluar dari hidung, dan orang tua dapat melihat kapan darah tersebut berhenti keluar. Jika darah sudah berhenti, cubit bagian lubang hidung dengan lembut dan hati-hati sehingga tidak menimbulkan tekanan yang besar. Ini untuk membendung aliran darah yang biasanya berupa gumpalan. Jangan pernah memposisikan anak condong ke belakang, karena bisa menyebabkan darah masuk ke tenggorokan.

Selain itu, usahakan membuat anak setenang mungkin, karena anak akan merasa takut dan khawatir dengan melihat darahnya sendiri. Cobalah untuk menyakinkan sang anak bahwa tidak akan terjadi apa-apa.

Biasanya masalah yang sering terjadi adalah, anak-anak terlalu kaget (shock). Cara yang terbaik bagi anak adalah untuk beristirahat atau diam beberapa saat setelah mimisan. Hal yang terpenting adalah jangan menyentuh atau mengusap-usap hidung untuk sementara waktu.

Jika mimisan terjadi dalam waktu yang lama misalnya hingga 20 menit, atau darah yang keluar terlalu encer atau terlalu kental segera periksakan ke dokter agar bisa ditangani dengan baik.

Jadi, jika anak Anda mimisan perhatikan apakah masuk ke tipe pertama atau kedua dan dilihat apakah harus ditangani dengan serius oleh dokter. Karena mimisan bisa berbahaya jika sering terjadi dan darah yang keluar masuk ke tenggorokan.

Rekomendasi Obat


(ver/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads