Susahnya Memasak si Wanita Karir

Susahnya Memasak si Wanita Karir

- detikHealth
Jumat, 11 Sep 2009 07:34 WIB
Susahnya Memasak si Wanita Karir
Jakarta - Ketika seorang istri berkarir di luar rumah urusan rumah tangga biasanya tidak tertangani semua. Ibu yang berkarir tidak bisa menyediakan waktu memasak makanan yang sehat bagi keluarganya.

Dalam Journal of Nutrition Education and Behaviour disebutkan bahwa wanita yang berumah tangga tapi memilih bekerja di luar rumah cenderung memberi contoh makan yang tidak baik pada anaknya dan tidak bisa menyediakan makanan yang sehat untuk keluarganya. Padahal ibu adalah orang yang seharusnya bertanggung jawab untuk masalah gizi dan makanan keluarga.

Dalam sebuah studi yang melibatkan 25 pekerja ibu-ibu dan 25 pekerja ayah, ditemukan bahwa kebanyakan dari orang tua yang bekerja menjadi kurang perhatian dan kurang peduli soal makanan sehat atau kebiasaan makan di rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayah yang bekerja berjam-jam di kantor terbiasa tidak ikut sarapan di rumah, membeli sarapan di kantor dan makan siang sambil bekerja di depan komputer.

Sedangkan ibu yang bekerja jadi terbiasa membeli makanan cepat saji dan tidak menyiapkan makanan di rumah untuk anak-anaknya. Padahal ibu adalah orang yang paling bertanggung jawab untuk urusan makanan dan gizi keluarga.

Hampir tigaperempat ibu rumah tangga yang bekerja mengatakan bahwa mereka tidak punya akses dan waktu untuk membuat makanan yang sehat dan bergizi di rumah. Mereka lebih memilih membeli makanan yang instan meskipun itu tidak sehat.

"Studi ini mencerminkan bahwa pekerjaan dan karir mempengaruhi pilihan makanan untuk keluarga di rumah. Seorang ibu yang bekerja di luar rumah cenderung menelantarkan urusan makan keluarga, bahkan untuk sarapan sekalipun," ujar Carol M. Devine, PhD, RD, Division of Nutritional Sciences, Cornell University seperti dikutip dari Health24, Jumat (11/9/2009).

"Lamanya waktu kerja dan jadwal yang tidak tentu semakin menjauhkan ibu dari keluarga, kurangnya waktu untuk memasak dan sulit melakukan makan bersama. Ujung-ujungnya adalah ibu merasa kelelahan dan tidak bersemangat untuk memasak," ujar Carol.

Kalau sudah begitu, anaklah yang menjadi korban yang paling menderita. Penyakit kurang gizi bisa saja terjadi, namun tak sedikit juga penyakit kelebihan gizi (obesitas) karena anak sering diberi makanan junk food oleh orang tuanya.

Oleh karena itu, sesibuk-sibuknya seorang ibu rumah tangga yang berkarir, sempatkanlah memasak makanan yang sehat untuk suami dan anak.

Rekomendasi Obat


(fah/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads