Anak Kurang Populer Berisiko Kena Gangguan Kesehatan

Anak Kurang Populer Berisiko Kena Gangguan Kesehatan

- detikHealth
Selasa, 29 Sep 2009 11:31 WIB
Anak Kurang Populer Berisiko Kena Gangguan Kesehatan
Jakarta - Setiap anak pasti ingin menjadi populer atau bisa memiliki pengaruh besar terhadap teman-teman seusianya. Tapi kadang tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama dan anak yang kurang populer di sekolahnya memiliki risiko gangguan kesehatan.

Anak yang bisa mempengaruhi teman-teman seusianya di sekolah cenderung bisa memiliki kesehatan yang bagus sampai usia dewasa. Kesimpulan ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 30 tahun terhadap 14.000 anak-anak di Swedia.

Berdasarkan hasil penelitian dalam Journal of Epidemiology and Community Health dilaporkan bahwa anak yang kurang populer di sekolahnya lebih berisiko terkena penyakit jantung, diabetes, obat-obatan dan masalah kesehatan mental lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingkat popularitas, kekuasaan dan status biasanya dinikmati oleh anak-anak yang sudah mencapai kelas enam atau tingkat terakhir dan popularitas ini juga bisa berdasarkan seberapa banyak orang yang ingin bekerja sama dengannya. Antara anak laki-laki dan perempuan yang memiliki tingkat popularitas tinggi memiliki resiko lebih rendah terhadap penyakit serius pada saat dewasa nanti.

"Anak yang kurang populer di sekolahnya, kemungkinan akan kurang mendapat dukungan sosial serta kurang mendapat informasi. Hal ini bisa mengakibatkan citra negatif yang berakibat penurunan terhadap sebuah harapan, ambisi yang terhambat serta pilihan yang buruk dalam hidup," ujar Ylva Almquist, Ketua peneliti dari Centre for Health Equity Studies di University of Stockholm, seperti dikutip dari BBC, Selasa (29/9/2009).

Anak yang kurang memiliki pergaulan di sekolahnya lebih berisiko meniru gaya hidup yang bisa merusak kesehatan seperti merokok atau minum alkohol, biasanya ini dilakukan agar dirinya bisa populer atau memiliki pengaruh terhadap teman-temannya. Padahal kebiasaan tersebut diketahui sebagai faktor utama untuk penyakit jantung.

"Disarankan sekolah-sekolah harus bekerja keras untuk mendorong kesetaraan sosial di dalam lingkungan sekolah, sehingga bisa meningkatkan citra diri anak-anak dan tidak ada anak yang merasa kurang dihargai," tambah Almquist.

Anak-anak yang merasa kurang dihargai atau sering ditindas di sekolah akan tumbuh menjadi sosok yang kurang percaya diri. Biasanya anak-anak ini mencari kenyaman di tempat lain seperti makan berlebihan, merokok, minum alkohol sehingga memicu terkena berbagai penyakit kronis nantinya.

Untuk bisa menjadi anak yang populer tidak harus anak yang cantik, ganteng atau anak kaya raya, tapi bisa melalui prestasi yang bagus di sekolahnya. Dan yang tidak kalah penting adalah baik orangtua maupuan guru di sekolah harus membantu anak-anak agar merasa dihargai.

Rekomendasi Obat


img

Biovision Kids

www.matabiovision.com
(ver/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads