Banyak hal yang bisa menyebabkan seorang ibu hamil tidak bisa tidur dengan nyenyak seperti meningkatnya frekuensi urine saat hamil, meningkatnya detak jantung karena harus memompa darah lebih banyak, nafas yang lebih pendek seiring dengan meningkatnya usia kehamilan, kaki kram dan sakit pada tulang punggung akibat bertambahnya berat badan selama hamil serta mengalami sembelit akibat menurunnya kerja sistem pencernaan.
Selain itu stres juga memberikan pengaruh yang besar dalam mengganggu waktu tidur. Stres ini biasanya timbul karena perasaan khawatir mengenai kesehatan bayi, perasaan takut mengenai ketidaksiapan menjadi orangtua atau gugup akan saat kelahiran itu sendiri. Sebenarnya perasaan tersebut normal, tapi bisa membuat ibu hamil terbangun di malam hari dan tidak bisa mendapat istirahat yang cukup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari Kidshealth, Rabu (30/9/2009) beberapa dokter merekomendasikan untuk ibu hamil agar tidur dengan posisi miring ke kiri, karena membantu menjaga rahim dari organ besar yang ada di tubuh. Tidur dengan posisi ke kiri juga meningkatkan peredaran darah ke jantung dan aliran darah yang baik ke janin, rahim dan ginjal.
Pergeseran posisi saat tidur merupakan bagian yang alami. Jika sudah memasuki usia kehamilan trimester ketiga, pergeseran posisi kadang bisa membangunkan tidur dan membuat rasa tidak nyaman. Beberapa ibu kadang menempatkan bantal di bawah perut, diantara kaki atau dibelakang punggung untuk menjaga posisi dan meringankan tekanan pada perut.
Untuk mendapatkan tidur yang nyenyak, ibu hamil juga sebaiknya menghindari konsumsi kafein, menghindari konsumsi air putih yang terlalu banyak beberapa jam sebelum tidur. Sebaiknya melakukan rileksasi sebelum tidur bisa dengan minum susu yang dicampur madu atau minum teh herbal serta biasakan tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya.












































