Suka atau tidak suka, kenaikan berat badan saat hamil tidak bisa dihindari. Bayi yang dikandung memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Tetapi pemikiran pola makan untuk dua orang bukanlah hal yang dapat dimaklumi saat ibu sedang hamil.
Sebaiknya ibu hamil tetap menggunakan pola hidup yang sehat, sehingga dapat mengendalikan kenaikan berat badan saat hamil. Selain itu tentu saja untuk mendukung kesehatan bayi yang dikandung dan membuat ibu menjadi lebih mudah menurunkan berat badannya setelah melahirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu ibu harus selalu melakukan kontrol dengan dokternya dalam menentukan kenaikan berat badan yang tepat. Seperti dikutip dari Mayoclinic, Senin (26/10/2009) bahwa kenaikan berat badan yang normal selama kehamilan adalah sekitar 11 kg hingga 16 kg atau memiliki nilai indeks massa tubuh (BMI) sekitar 18,5 hingga 24,9.
Jika ibu mengalami kenaikan berat badan yang berlebihan, nantinya memiliki risiko seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Hal terpenting saat hamil adalah menjaga berat badan yang normal bukan menurunkan berat badan. Bahkan jika si ibu memiliki berat badan yang berlebih sebelum hamil, sebaiknya si ibu telah mendapatkan berat badan yang sehat saat hamil sehingga tidak menimbulkan risiko yang buruk terhadap bayi.
Tapi penting pula untuk mendapatkan berat badan yang cukup selama hamil, terutama saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Karena tanpa tambahan berat badan yang cukup, ada kemungkinan nantinya bayi lahir lebih awal atau memiliki berat badan lebih kecil dari yang seharusnya.












































