Penggunaan pil KB kembali mendapat sorotan setelah meninggalnya seorang karyawan bank HSBC di Inggris, Jenna Morris (28 tahun) pada Februari 2010. Jena adalah calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di akhir tahun ini dengan tunangannya Luke Hawson.
Selama 10 tahun terakhir, Jenna rutin mengonsumsi pil KB dan kematiannya ini pun berhubungan dengan konsumsi pil KB-nya yang dilakukan dalam jangka waktu lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeriksaan post-mortem kemudian mengungkapkan Trombosis Vena Dalam yang dialaminya disebabkan oleh pil KB. DVT yang menyerang kakinya dengan cepat menyebar ke paru-paru yang membuat nyawanya tak tertolong.
Padahal satu minggu sebelum kematiannya, dokter menduga Jenna terkena batu ginjal. Rupanya scan yang dilakukannya tidak bisa mendeteksi penyakit pembekuan darah akibat pil KB.
Pil KB memang ampuh mengendalikan hormon estrogen dan progestogen perempuan yang berfungsi mencegah produksi indung telur setiap bulan. Tapi pil KB juga memiliki efek samping yang salah satunya penyakit gumpalan darah yang berbahaya.
National Health Service (NHS) Inggris mengakui hormon estrogen dalam pil KB dapat menyebabkan darah lebih mudah membeku. Jika pembekuan darah ini berlanjut bisa menyebabkan DVT.
Namun risiko DVT karena konsumsi pil KB sangat kecil hanya 15 dari 100.000 wanita. Risiko DVT lebih besar justru lebih banyak terjadi pada ibu hamil.
Siapa saja yang tak boleh menggunakan pil KB?
- Pil KB sebaiknya tidak dikonsumsi bagi perempuan yang berisiko mengalami pembekuan darah.
- Wanita yang berusia di atas 35 tahun
- Perempuan obesitas
- Perempuan perokok
- Perempuan diabetes
- Perempuan yang memiliki riwayat keluarga yang terkena pembekuan darah
- Perempuan yang punya tekanan darah tinggi
- Perempuan yang memiliki migrain parah
- Perempuan yang ingin operasi sendi atau varises sebaiknya berhenti minum pil KB 4 minggu sebelum operasi.
Penggunaan pil KB juga sebaiknya dihentikan dulu jika mengalami tanda-tanda berikut:
- Nyeri hebat pada daerah perut
- Sulit bernapas dan sakit di dada
- Pusing dan lemah
- Pandangan menjadi kabur
- Sakit pada paha dan betis











































