Mengonsumsi yoghurt setidaknya empat kali dalam seminggu dapat mengurangi 22 persen risiko anak mengalami kerusakan gigi pada saat berusia 3 tahun, dibandingkan dengan anak yang hanya konsumsi yoghurt kurang dari seminggu sekali.
Temuan yang telah dipublikasikan dalam Journal of Dentistry ini, berasal dari studi Jepang yang sedang menyelidiki klaim sebelumnya yang menyatakan bahwa produk susu umumnya menangkal kerusakan gigi pada anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui persis mengapa yoghurt dapat memberikan perlindungan pada gigi anak. Tetapi satu teori menyatakan bahwa yoghurt mengandung protein yang ‘mengikat’ di permukaan gigi dan menyegel gigi terhadap serangan asam yang berbahaya.
Segel yang dimaksudkan adalah kalsium dan fosfat, yang membuat email gigi tidak rusak dari waktu ke waktu.
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Fukuoka University dan University of Tokyo, mendukung penemuan sebelumnya yang dilakukan ilmuwan Australia.
Dalam penelitian terbaru, peneliti Jepang mengamati 2.000 anak usia tiga tahun dan orangtua ditanyai tentang kebiasaan makannya. Setiap anak juga melakukan pemeriksaan gigi untuk menilai kondisi giginya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara yoghurt dan pencegahan kerusakan gigi, tetapi hasil ini tidak berlaku bagi produk susu lainnya.
"Konsumsi yoghurt tinggi dapat dikaitkan dengan prevalensi kerusakan gigi yang rendah pada anak kecil," tulis peneliti dalam laporan hasil studi, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (8/6/2010).
Namun, direktur eksekutif British Dental Health Foundation, Dr Nigel Carter, memperingatkan bahwa harus diingat banyak yoghurt yang beredar di pasaran dunia mengandung tambahan gula. Bila frekuensi makan makanan yang mengandung gula meningkat, maka jelas dapat menyebabkan peningkatan kerusakan gigi.
Pekan lalu, para pakar Inggris juga memperingatkan bahwa orang dewasa yang tidak menyikat gigi dua kali sehari akan mengalami peningkatan risiko penyakit jantung.
Diperkirakan bahwa peradangan di dalam tubuh, termasuk gusi, dapat meningkatkan kemungkinan penyumbatan arteri yang mengacu pada penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah lainnya.
(mer/ir)











































