Perilaku remaja 'drama queen' ini harus segera ditangani agar tidak terbawa hingga dewasa yang justru akan memberikan penilaian negatif pada dirinya.
Perubahan hormon diduga menjadi salah satu pemicu perilaku remaja yang emosinya tidak terkontrol selain latar belakang keluarga yang biasanya karena sangat memanjakan dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinamakan 'drama queen' karena memang sebagian besar dialami perempuan. Orang-orang ini berlaku seperti ratu drama yang mendramatisir semua keadaan untuk mencari perhatian publik.
Ciri perilaku 'drama queen' ini antara lain:
- Memiliki kepribadian histeris,
- Moody dan sensitif
- Tidak mampu secara akurat menilai kejadian sosial dan lingkungan.
- Pikiran dan perasaan negatif yang selalu berlebihan
"Mereka cenderung melebih-lebihkan pikiran dan perasaan, membuat segalanya terdengar lebih penting daripada yang sebenarnya. Mereka sering ekstrover seperti melempar, mengamuk jika mereka tidak diperhatian. Mereka cenderung tidak menyadari perasaan yang sesungguhnya," kata Sheri Spirt, ahli psikiatri di NYU Medical Center seperti dikutip dari psychologytoday, Jumat (22/10/2010).
Orangtua biasanya kewalahan dan senewen menghadapi ledakan emosi remaja seperti ini dan akhirnya memilih mendiamkan saja. Menurut para ahli, orangtua justru harus bertindak jika melihat perilaku remajanya yang selalu mendramatisir keadaan. Karena jika tidak, kepribadian ini akan mengakar ke dirinya hingga dewasa yang makin lama malah makin susah diubah.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua untuk menghadapi remaja 'drama queen' seperti dilansir dari Helium:
1. Bersikap tenang
Cobalah bersikap tenang bila anak Anda mulai bertingkah berlebihan. Anak yang 'drama queen' biasanya akan berteriak (tantrum) atau menangis untuk sesuatu yang sangat konyol. Bersikap positif dan berbicara lembut padanya akan dapat meredakan lonjakan emosinya.
2. Instropeksi
Bagaimana pola asuh selama ini apakah malah membuat sikap anak selalu negatif.
3. Bicara pada anak
Bicara dari hati ke hati pada anak, tanyakan kenapa dia bersikap seperti itu dan beritahu akibatnya kalau sikapnya terus seperti itu akan dijauhi teman-temannya.
4. Beri tanggung jawab
Ajarkanlah anak sedikit bertanggung jawab, misalnya melibatkan ia dalam pengambilan keputusan yang sederhana seperti menanyakan dekorasi kamarnya.
(ir/ir)










































