Banten Kekurangan 80 Bidan Posyandu

Banten Kekurangan 80 Bidan Posyandu

- detikHealth
Jumat, 15 Jul 2011 11:51 WIB
Banten Kekurangan 80 Bidan Posyandu
Tangerang - Peran posyandu sangat penting dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, namun beberapa wilayah masih kekurangan tenaga bidan sebagai pengelolanya. Salah satunya adalah Provinsi Banten, yang saat ini masih membutuhkan 80 tenaga bidan.

Sebagai gerakan swadaya masyarakat, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) tumbuh cukup pesat di Provinsi Banten. Dengan 1.535 desa/kelurahan yang tersebar di 154 kecamatan, Banten memiliki 13.000 Posyandu yang masing-masing dikelola oleh 5 orang kader.

Gubernur Banten, Hj Ratu Atut Chosiyah mengakui jumlah Posyandu sebanyak itu perlu didukung dengan ketersediaan tenaga keseahata sebagai pengelolanya. Menurutnya, saat ini Provinsi Banten masih membutuhkan sedikitnya 80 tenaga bidan untuk mengelola Posyandu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagian desa masih mengakses bidan tetangga. Kami ingin mengatasinya dengan memberikan beasiswa bagi warga di desa-desa terpencil untuk dididik menjadi bidan, lalu dikembalikan ke daerah asalnya," ungkap Ratu Atut dalam acara "Gebyar Posyandu" menyambut Hari Anak Nasional di Plasa Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (15/7/2011).

Sementara itu Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Kapasitas dan Desentralisasi, dr Krisnajaya, MS mengatakan kekurangan bidan juga dialami banyak wilayah lain di Indonesia. Pemerintah pusat mengatasinya dengan pemerataan distribusi Pegawai Tidak Tetap (PTT).

Diakui dr Krisna, kekurangan tenaga kesehatan khususnya bidan di suatu daerah tidak mungkin sepenuhnya ditanggung oleh pusat. Ia sepakat dengan gagasan Gubernur Banten, pemerintah daerah juga harus proaktif mendidik warga setempat untuk berkarya di wilayahnya sendiri.

"Untuk mengatasi kekurangan tenaga bidan, semua akan terlibat mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota semua gotong royong. Tinggal nanti dibicarakan pembagiannya 80 bidan itu berapa persen yang jadi tanggung jawabnya pusat," ungkap dr Krisna.

Meski mengalami kekurangan bidan, data BPS menunjukkan angka kematian ibu melahirkan di Banten cenderung turun dalam setahun terakhir. Tahun 2010, Angka Kematian Ibu (AKI) masih mencapai 203,2/100 ribu kelahiran hidup sedangkan pada tahun 2011 angkanya turun menjadi 187,3/100 ribu kelahiran hidup.

Prestasi yang sama juga dicapai Banten pada Angka Kematian Bayi (AKB). Jika pada tahun 2010 angkanya masih 25,3/1.000 kelahiran hidup, data BPS menunjukkan pada tahun 2011 AKB di Banten turun menjadi 22,8/1.000 kelahiran hidup.


(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads