"Sekitar 80 persen anak-anak di seluruh Indonesia sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap," ujar Dr H Andi Muhadir, MPH selaku direktur surveilans imumisasi karantina kesehatan dan kesehatan matra, dalam acara temu media di gedung Kemenkes, Jumat (22/7/2011).
dr Andi menuturkan jika imunisasi diberikan dengan benar, sesuai jadwal dan kualitas vaksin dijaga dengan baik, maka bisa mencegah dan mengurangi angka kesakitan, cacat dan kematian bayi serta balita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk melakukan penguatan imunisasi rutin akan dilakukab gerakan melalui GAIN UCI (gerakan akselerasi imunisasi nasional universal child immunization)," ujar Dr Andi.
Selain itu juga ada kampanye campak dan polio untuk tahun 2009-2011. Tahap pertama mencakup daerah Sumatera Utara, NAD, Maluku Utara dan Papua. Tahap kedua mencakup daerah Maluku, Papua Barat, Sumbar, Riau, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Babel, Kepri, NTT dan Banten. Sedangkan tahap ketiga meliputi daerah Kaltim, Kalbar, Kalsel, Kalteng, Sulsel, Sultra, Sulut, Sulbar, Sulteng, Gorontalo, Lampung, Jabar, DKI Jakarta, Jateng, Jatim dan NTB.
"Hal ini karena efikasi dari vaksin campak hanya 80-85 persen, jadi ada orang yang lebih rentan atau justru tidak terbentuk imunitasnya meski sudah diimunisasi," ungkapnya.
dr Andi menuturkan untuk mewujudkan kampanye campak dan polio maka kegiatan ini membutuhkan dukungan semua pihak baik di pusat maupun daerah termasuk pemerintah daerah, PKK, organisasi profesi dan organisasi keagamaan.
Selain itu imunisasi juga menjadi bentuk perlindungan yang praktis karena sangat cepat meningkatkan kekebalan spesifik tubuh bayi dan anak. Dalam waktu 2-4 minggu setelah imunisasi mulai terbentuk kekebalan untuk melawan kuman dan racun.
(ver/ir)










































