Kaltum Adam dan Edmond Edi-Osagie dari Mary's Hospital menuturkan sekitar 20 persen dari seluruh kehamilan yang ada terancam keguguran, dan 1 dari 5 kehamilan mengalami keguguran.
"Penelitian ini menawari kami alat yang bisa digunakan untuk mulai mencoba menyelamatkan kehamilan yang terancam keguguran," ujar Adam, seperti dikutip dari Medindia, Jumat (5/8/2011).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya para dokter menemukan gabungan dari 2 faktor yaitu jumlah perdarahan dan tingkat hCG tertentu bisa digunakan untuk memprediksi keguguran. Model ini disebut dengan Pregnancy Viability Index (PVI).
"Apa yang telah kami lakukan di sini adalah mencoba menggabungkan beberapa biomarker yang tersedia sehingga bisa memprediksi hasil dari kehamilan seperti keguguran," ujar Adam.
Dalam sampel yang diteliti, PVI mampu secara akurat menentukan hasil kehamilan pada 94 persen perempuan yang melahirkan dan memprediksi 71 kasus keguguran yang terjadi.
Adam berharap dengan mengidentifikasi faktor-faktor ini bisa memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai ancaman keguguran dan merancang intervensi yang lebih efektif untuk menyelamatkan kehamilan. Hal ini diungkapkan pada acara konferensi tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) di Stockholm.
(ver/ir)











































