Kafein Bisa Ringankan Gejala Anak Hiperaktif?

Kafein Bisa Ringankan Gejala Anak Hiperaktif?

- detikHealth
Kamis, 11 Agu 2011 12:39 WIB
Kafein Bisa Ringankan Gejala Anak Hiperaktif?
Jakarta - Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau hiperaktif biasanya sulit memusatkan perhatian dan bereaksi cepat tanpa pikir panjang. Kafein tampaknya bisa mempengaruhi anak hiperaktif menjadi lebih baik, meski kadang-kadang menimbulkan efek samping.

Kafein dapat merangsang sifat menarik dari methylxanthine. Methylxanthine bertindak dengan memblokir zat kimia di otak yang menyebabkan rasa kantuk. Kafein juga merangsang produksi adrenalin, yang dapat mempertajam perhatian. Adrenalin juga menyebabkan otak melepaskan dopamin, yang memainkan peran penting dalam menetralkan fungsi motorik yang tidak terkontrol.

Dokter biasanya mengobati ADHD pada anak-anak dengan obat psikostimulan seperti methylphenidate dan dextroamphetamine-amfetamin, yang dipasarkan dengan nama dagang Ritalin dan Adderall.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Efek kafein mempengaruhi bahan kimia otak mirip dengan obat ini, yaitu untuk meningkatkan rentang perhatian pada anak-anak hiperaktif. Menurut American Psychological Association, kafein juga memiliki efek meminimalkan agresivitas, baik pada anak-anak hiperaktif maupun pada anak yang tidak menderita ADHD.

Remaja sehat boleh mengonsumsi kafein tidak lebih dari 100 mg sehari, seperti dilansir Teens Health. Tingkat konsumsi yang diperlukan untuk mempengaruhi hiperaktif bisa lebih jumlah tersebut.

American Psychological Association menunjukkan bahwa 1-2 cangkir kafein dalam bentuk kopi dapat diterima untuk membantu mengobati gejala hiperaktif, seperti dilansir Livestrong, Kamis (11/8/2011).

Namun sayangnya, pemberian kafein pada anak-anak bisa mengakibatkan efek samping yang tidak diinginkan, seperti insomnia. Dampak kafein secara keseluruhan juga tergantung pada berat badan.

American Psychological Association menunjukkan bahwa menggunakan kafein untuk mengobati hiperaktif pada anak-anak lebih baik daripada tidak ada pengobatan sama sekali. Pada anak yang belum minum obat, gejala hiperaktif bisa meningkat.

Tetapi mengonsumsi kopi seharusnya tidak menjadi pengganti untuk terapi konvensional, apalagi tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter anak Anda. Dengan persetujuan dokter, Anda bisa menambahkan terapi kafein untuk obat anak yang sudah ada atau pertukaran kafein untuk dosis kecil obat.

(mer/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads