Fakta ini terungkap dalam sebuah survei yang dipublikasikan dalam jurnal American Urogynecologic Society. Sedikitnya 1.273 perempuan berusia 18-59 tahun dilibatkan dalam survei yang dipimpin oleh Dr Oz Harmanli, seorang dokter dari Springfield tersebut.
Dari hasil survei terungkap 22 persen responden tidak tahu apa yang dimaksud dengan histerektomi, yakni operasi pengangkatan uterus atau rahim. Sebagian tidak tahu apa-apa tentang histerektomi, sebagian lagi mengira operasi ini juga menghilangkan indung telur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketidaktahuan tentang sistem reproduksi juga banyak dialami para responden yang mewakili seluruh populasi perempuan di Amerika Serikat. Sebagai bukti, 13 persen atau sekitar 1 dari 10 responden mengira dirinya masih bisa hamil setelah menjalani histerektomi.
"Dibutuhkan konseling yang komprehensif untuk perempuan muda yang kurang paham soal reproduksi. Mereka harus diberi pemahaman yang cukup tentang dampak dan risiko jika menjalani prosedur ini," ungkap Dr Harmanli seperti dikutip dari Healthday, Senin (19/9/2011).
Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa tidak semua hal yang menyangkut seksualitas bisa dipelajari sendiri. Pengetahuan tentang seksualitas tidak melulu tentang teknik berhubungan seks saja, melainkan juga tentang kesehatan sistem reproduksi.
(up/ir)











































