1 dari 10 Perempuan Mengira Bisa Hamil Tanpa Rahim

1 dari 10 Perempuan Mengira Bisa Hamil Tanpa Rahim

- detikHealth
Senin, 19 Sep 2011 15:47 WIB
1 dari 10 Perempuan Mengira Bisa Hamil Tanpa Rahim
Jakarta - Kurangnya pengetahuan tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi tak hanya terjadi di negara berkembang. Di negara maju seperti Amerika Serikat saja, 1 dari 10 perempuan mengira masih bisa hamil setelah operasi pengangkatan rahim.

Fakta ini terungkap dalam sebuah survei yang dipublikasikan dalam jurnal American Urogynecologic Society. Sedikitnya 1.273 perempuan berusia 18-59 tahun dilibatkan dalam survei yang dipimpin oleh Dr Oz Harmanli, seorang dokter dari Springfield tersebut.

Dari hasil survei terungkap 22 persen responden tidak tahu apa yang dimaksud dengan histerektomi, yakni operasi pengangkatan uterus atau rahim. Sebagian tidak tahu apa-apa tentang histerektomi, sebagian lagi mengira operasi ini juga menghilangkan indung telur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Histerektomi radikal atau pengangkatan seluruh rahim dilakukan pada penderita kanker serviks atau leher rahim agar sel-sel kanker tidak menyebar, serta mencegah kekambuhan kanker di tempat tersebut. Meski begitu, sebanyak 44 persen responden tidak tahu tujuan pengangkatan rahim.

Ketidaktahuan tentang sistem reproduksi juga banyak dialami para responden yang mewakili seluruh populasi perempuan di Amerika Serikat. Sebagai bukti, 13 persen atau sekitar 1 dari 10 responden mengira dirinya masih bisa hamil setelah menjalani histerektomi.

"Dibutuhkan konseling yang komprehensif untuk perempuan muda yang kurang paham soal reproduksi. Mereka harus diberi pemahaman yang cukup tentang dampak dan risiko jika menjalani prosedur ini," ungkap Dr Harmanli seperti dikutip dari Healthday, Senin (19/9/2011).

Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa tidak semua hal yang menyangkut seksualitas bisa dipelajari sendiri. Pengetahuan tentang seksualitas tidak melulu tentang teknik berhubungan seks saja, melainkan juga tentang kesehatan sistem reproduksi.

(up/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads