Orang Tua Ternyata Sering Tidak Sadar Anaknya Obesitas

Orang Tua Ternyata Sering Tidak Sadar Anaknya Obesitas

M Reza Sulaiman - detikHealth
Selasa, 11 Feb 2014 19:00 WIB
Orang Tua Ternyata Sering Tidak Sadar Anaknya Obesitas
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kegemukan atau obesitas memang bukan penyakit, namun kondisi tubuh yang kelebihan berat badan tentunya akan membawa dampak buruk, apalagi kepada anak-anak. Mulai dari susah bergerak, kurang cekatan dan pasti cenderung menjadi malas bergerak. Namun ternyata sebagian orang tua gagal untuk melihat bahwa anak mereka termasuk dalam golongan obese atau kelebihan berat badan.

Kecenderungan orang tua untuk menolak mengakui anaknya gemuk ini dilaporkan oleh Alyssa Lundahl dari University of Nebraska, Lincoln, Amerika Serikat. Ia mengatakan bahwa orang tua yang tidak mengakui anaknya gemuk cenderung mengabaikan perilaku hidup sehat.

"Karena mereka mengabaikan perilaku hidup sehat itulah masa depan kesehatan anak mereka menjadi terancam," ujar Lundahl seperti dikutip dari usatoday, Selasa (11/2/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penelitiannya, Lundahl dan rekan-rekannya meninjau 69 penelitian yang dilakukan sebelumnya. Dalam penelitian-penelitian tersebut, terdapat hampir 16.000 anak yang diamati. Usia anak yang diamati antara 2 sampai 18 tahun.

Beberapa hasil temuan Lundahl cukup mengagetkan. Sebanyak 51 persen orang tua dengan anak yang obese mengatakan bahwa berat badan anak mereka termasuk normal. Tidak hanya itu, 14 persen dari orang tua yang memiliki anak dengan berat normal mengatakan bahwa anak mereka terlalu kurus untuk anak seusianya.

Menurut Landahl, ada kesalahpahaman yang terjadi pada banyak orang tua di Amerika Serikat. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa anak yang kurus dan langsing tidak sehat.

"Mereka percaya bahwa anak yang sehat adalah anak yang besar, kuat dan berotot. Oleh karena itu banyak anak dengan berat badan normal dilabeli kurus oleh orangtuanya," lanjut Landahl.

Centers for Disease Control and Prevention melaporkan bahwa sepertiga dari keseluruhan populasi anak muda di Amerika memiliki kelebihan berat badan dan sudah masuk kategori obesitas. Selain itu, anak usia Taman Kanak-Kanak yang sudah memiliki kelebihan berat badan cenderung menjadi obese ketika menginjak kelas delapan.

Pakar fisiologis dari Louisiana State University Health Sciences Center di New Orleans, Melinda Sothern, memberikan beberapa saran untuk orang tua agar anak mereka tidak menjadi obese.

1. Ketika anak haus, beri mereka air putih. Jangan sekali-sekali memberikan minuman ringan yang mengandung soda. Karena minuman ringan tersebut cenderung memiliki kadar gula yang tinggi.

2. Usahakan memberi buah atau jajanan sehat untuk anak. Jangan terbiasa membelikan mereka makanan siap saji dan cepat saji.

3. Makanlah di meja makan, atau setidaknya bersama-sama dirumah. Makan di rumah akan mengurangi kesempatan anak untuk jajan makanan tidka sehat.

4. Ketika berbelanja bersama anak, usahakan untuk membuat anak memilih sendiri buah atau sayuran yang ingin dimakannya. Ingat, jangan sampai anak mengambil permen, kue atau soda tanpa sepengatahuan orang tua.

5. Dorong anak untuk mengikuti kegiatan fisik. Menari, olahraga, beladiri atau minimal bersepeda dapat membuat anak terbiasa untuk menggerakkan tubuhnya sehingga tidak tumbuh menjadi pemalas.

6. Batasi penggunaan komputer, televisi atau gadget elektronik lainnya. Lebih banyak duduk dan diam akan membuat anak lebih banyak memakan snack.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads