Selasa, 25 Feb 2014 15:46 WIB

Rahasia Anak Cerdas: Makanan Bergizi dan Stimulasi Sejak dalam Kandungan

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya lahir dalam keadaan sehat, dan tumbuh menjadi anak yang pintar. Untuk 'mencetak' anak yang cerdas, diperlukan usaha dari orang tua, yakni dengan mengasup makanan bergizi dan memberikan stimulasi pada anak sejak mereka masih berada dalam kandungan.

Penting sekali bagi orang tua, terutama sang ibu untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisi anak selama 1.000 hari pertama kehidupan. 1.000 Hari pertama terhitung sejak 9 bulan masa kehamilan dan 2 tahun pertama sang anak. Pada masa ini untuk perkembangan otak anak, maka kebutuhan dasar anak harus terpenuhi.

Tetapi masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang kebutuhan nutrisi anak. "Pentingnya edukasi tentang gizi dan nutrisi kepada masyarakat. Banyak masyarakat yang kurang memperhatikan komposisi nutrisi makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh keluarga mereka, terutama anak" kata dr. Herqutanto, MPH, MARS, Ketua Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI saat hadir dalam acara diskusi 'New Perspective on Toddler Nutrition', di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jl Pengangsaan Timur, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014)

Dalam 1.000 hari kehidupan anak, dibutuhkan asupan nutrisi yang optimal dan juga stimulasi. Tujuannya adalah untuk membantu tumbuh kembang anak, proses belajar, dan juga mendorong prestasi yang baik. Dampak panjang dari pemberian nutrisi yang baik ini adalah kesehatan sang anak.

Karena saat 1.000 hari pertama kehidupan anak, di situlah proses pembentukan otak anak. Setelah 1.000 hari, hampir 90 persen otak anak terbentuk. Tentu saja untuk menjadikan anak menjadi seorang yang cerdas, tidak cukup hanya dengan makanan saja. Tetapi juga dibutuhkan stimulasi, bahkan sejak dalam kandungan. Semakin sering anak diberikan stimulasi, maka akan semakin kuat hubungan syarafnya.

"Pernah ada penelitian yang mengatakan bahwa anak, yang diberikan stimulasi misalnya berupa musik, bisa musik klasik seperti Mozart, memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, dibandingkan dengan anak yang tidak pernah mendengarkan sama sekali," jelas Dr. dr. Hartono Gunardi SpA(K), dokter spesialis anak tumbuh kembang FKUI yang juga hadir pada acara tersebut.

(vit/vit)