Berdalih Ingin Mengurangi Rasa Sakit, Pasangan Ini Racuni Anak dengan Parfum

Berdalih Ingin Mengurangi Rasa Sakit, Pasangan Ini Racuni Anak dengan Parfum

- detikHealth
Jumat, 14 Mar 2014 15:52 WIB
Berdalih Ingin Mengurangi Rasa Sakit, Pasangan Ini Racuni Anak dengan Parfum
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jefferson -

Lucas Ruiz seorang bayi berusia 17 bulan ditemukan tewas pada 24 Januari lalu, setelah diduga diracuni oleh kedua orang tuanya. Berdasarkan hasil autopsi ditemukan kandungan alkohol melebihi 3 kali lipat batas kandungan alkohol untuk orang yang mengemudi.

Lucas Ruiz merupakan seorang bayi yang mengalami down syndrome, yaitu kelainan genetik yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental.

Erika Wigstrom dan Cesar Ruiz yang merupakan orang tua kandung bayi tersebut, dituduh meracuni sang anak dengan menggunakan pembersih tangan, rum, dan parfum. Setelah ditangkap, sang ibu mengaku bahwa selama ini ia sering memberi makan anaknya dengan parfum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tuhan memanggil Lucas, agar ia mengenakan sayapnya dan kembali ke sisinya sementara ia terlelap dalam pelukan ibunya," seperti yang tertulis dalam berita kematian Lucas, yang dilansir nydailynews.com dan ditulis pada Jumat (14/3/2014).

Menurut petugas yang menangani kasus ini, penemuan yang mengejutkan mengenai kandungan alkohol yang terdapat dalam darah Lucas ditemukan 2 bulan setelah bayi tersebut dirawat di Rumah Sakit Ochsner di Jefferson, saat ia mengalami kejang-kejang.

Seperti yang dilaporkan oleh NOLA.com, sang ibu menyebut suaminya mengatakan lebih baik Luca meninggal, dan ia menginginkan anaknya tidak ada saat ia melakukan operasi hati mendatang.

Saat penangkapan terjadi, menurut laporan, Cesar Ruiz mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak berniat untuk membunuh sang anak. Ia hanya ingin mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh anaknya.

Wigstrom ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama. Sedangkan Cesar Ruiz telah mendekam di balik jeruji atas tuduhan tingkat dua terkait kekejaman terhadap anak.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads