Aktivitas berolahraga kini telah bertransformasi dari sekadar kegiatan mengisi waktu luang menjadi gaya hidup populer. Tak cukup lagi asal bergerak, monitoring performa fisik dan progress latihan kini sudah jadi sebuah kebutuhan.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan, penggunaan perangkat pintar seperti smartwatch juga semakin marak digunakan oleh para pegiat olahraga, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Di tengah banyaknya pilihan perangkat di pasaran, fitur apa saja yang sebenarnya paling dibutuhkan oleh pegiat olahraga?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari Sekadar Gaya, Pentingnya Pemantauan Kesehatan
Menggunakan smartwatch saat berolahraga bukan sekadar untuk menunjang penampilan. Fungsi paling mendasar perangkat pintar ini adalah sebagai alat bantu pemantauan kondisi fisik dan kesehatan organ vital, khususnya jantung.
Training Director Huawei Device Indonesia, Edy Supartono menjelaskan, orientasi utama dalam berolahraga adalah mencapai kondisi tubuh yang sehat, bukan hanya mengejar aktivitas atau target olahraganya semata.
"Sebenarnya kalau bicara yang paling penting, yang paling penting itu kan sebenernya sehat, bukan olahraganya," ucapnya kepada detikcom seusai gelaran Media Roundtable Huawei Indonesia, Selasa (29/9/2026).
Keberadaan pemantau kesehatan pada perangkat pintar membantu memberikan gambaran utuh mengenai kondisi fisik pengguna sebelum, saat, dan sesudah beraktivitas.
Fitur Wajib Smartwatch untuk Pegiat Olahraga
Agar smartwatch dapat berfungsi optimal dan sekadar menjadi penunjuk waktu biasa, Edy membeberkan beberapa fitur kunci yang wajib ada dan dinilai paling dibutuhkan bagi siapa saja yang aktif berolahraga.
1. Indikator Kebugaran dan Physical Readiness
Sebelum melatih tubuh dengan aktivitas berat, penting untuk mengetahui apakah kondisi fisik berada dalam keadaan prima.
Fitur ini berfungsi memberikan panduan awal apakah tubuh siap untuk beraktivitas intens atau justru lebih memerlukan istirahat.
"Makanya, health management system (dalam perangkat pintar) itu juga membantu untuk mempersiapkan si pengguna ini untuk melakukan olahraga. Jadi, dia mempersiapkan secara awal, dia memberitahu kepada penggunanya apakah secara physical dia ready untuk olahraga atau nggak," jelasnya.
2. Analisis Kualitas Latihan dan Performa Jantung
Perangkat pintar yang ideal tidak hanya mencatat durasi atau jarak tempuh, tetapi juga mampu memberikan analisis objektif mengenai kualitas sesi olahraga yang baru saja dilakukan.
Ini mencakup pemantauan stabilitas detak jantung selama bergerak.
"Tidak hanya sekadar untuk mendeteksi kualitas dari olahraganya, tapi juga memberikan analisis," terangnya.
"Seperti misalnya kalau workout, dia akan dikasih tahu strength-nya dia itu, kualitasnya itu ada, skornya berapa. Kemudian detak jantungnya itu stabil atau nggak. Kemudian berapa lama durasinya," lanjutnya.
Menurut Edy, dari sanalah pegiat olahraga akan mengetahui standar aktivitas yang telah dia lakukan.
Jam Pintar HUWEI Watch GT 7 Pro dengan fitur-fitur pemantau kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto |
3. Rekomendasi Waktu Pemulihan
Proses recovery atau pemulihan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari olahraga. Tanpa istirahat yang cukup, tubuh dan jantung berisiko mengalami kelelahan berlebih.
Fitur rekomendasi waktu pemulihan memberikan petunjuk spesifik berapa lama jeda istirahat yang dibutuhkan sebelum memulai sesi latihan berikutnya.
"Kemudian ada recovery time-nya. Jadi nanti akan diberikan saran juga setelah olahraga ini, dia recovery time-nya misalnya 21 jam. Berarti dia harus istirahat selama 21 jam untuk memulai olahraga lagi," katanya.
"Jadi benar-benar dipersiapkan secara baik itu physical readiness, dan juga secara health management area, supaya si konsumen ini benar-benar secara menyeluruh bisa menggunakan tidak hanya untuk workout, tapi juga kebugaran," tambahnya.
Mengintegrasikan smartwatch dalam rutinitas berolahraga dapat menjadi langkah tepat untuk memandu latihan secara terukur.
Dengan memanfaatkan fitur pemantau kesiapan fisik, analisis detak jantung, hingga waktu recovery, aktivitas olahraga dapat berjalan aman, efektif, dan menunjang kesehatan jangka panjang.
(aur/up)











































