Puting Susu Harus Selalu 'Dirangsang' Agar Produksi ASI Tidak Turun

Puting Susu Harus Selalu 'Dirangsang' Agar Produksi ASI Tidak Turun

- detikHealth
Rabu, 28 Mei 2014 11:31 WIB
Puting Susu Harus Selalu Dirangsang Agar Produksi ASI Tidak Turun
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pada kondisi tertentu, seorang ibu tidak bisa memproduksi ASI (Air Susu Ibu) untuk diberikan secara eksklusif pada bayinya. Supaya selalu lancar, dokter anak dari RS Dr Sardjito menyarankan agar payudara selalu 'dirangsang'.

"ASI itu kalau sudah tidak dirangsang maka produksinya akan turun. Itu alamiah," kata Prof Dr Muhammad Juffrie, PhD, SpA(K) dari RS Dr Sardjito, usai kunjungan fasilitas riset dan produksi PT Sari Husada di Yogyakarta, seperti ditulis Rabu (28/5/2014).

Rangsang yang dimaksud oleh Prof Juffrie adalah rangsang pada puting payudara. Dan yang memberikan rangsangan, tidak lain adalah si bayi yang akan mendapatkan ASI itu sendiri. Bayi yang rajin mengisap puting ibunya akan memberikan rangsangan untuk memproduksi ASI.

"Rangsangan pada puting susu itu menimbulkan refleks namanya 'refleks let down' jadi dia masuk ke otak, otak memerintahkan produksi yang lebih banyak lagi," jelas staf pengajar dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada tersebut.

Susu formula diberikan hanya jika ASI sama sekali tidak bisa diberikan karena kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 33/2012 tentang ASI Eksklusif adalah jika ada indikasi medis, ibunya tidak ada, atau bayi terpisah dari ibunya.

Indikasi medis seperti yang dimaksud hanya bisa ditentukan oleh dokter. Tidak sembarangan, perlu tidaknya bayi mendapat susu formula harus ditentukan dengan mempertimbangkan standar profesi, standar pelayanan, dan standar prosedur operasional.

Prof Juffrie menekankan pentingnya ASI sebagai nutrisi utama bagi bayi. "ASI adalah yang terbaik karena keuntungannya banyak sekali, (antara lain) memacu sistem kekebalan pada bayi dan nutrisinya paling lengkap. Oleh karena itu sampe 6 bulan itu dianjurkan untuk memberikan ASI," tegasnya.

(iva/up)

Berita Terkait