Namun penelitian terbaru dari Denmark menemukan bahwa ibu hamil yang menggunakan koyo nikotin sebagai pengganti rokok berisiko lebih tinggi memiliki anak ADHD. Akan tetapi, bukan berarti asupan konsumsi nikotin pada ibu hamil membuat anak ADHD.
"Bisa saja karena ibunya yang mempunyai gangguan ADHD, sehingga secara genetik menurun kepada anak. Contohnya seperti menggunakan koyo nikotin sebagai pengganti rokok," tutur Dr Carsten Obel, peneliti senior dari Aaehus University seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/7/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian Dr Obel dilakukan pada 80.000 anak yang lahir antara tahun 1996 hingga 2002. Ibu dari anak-anak tersebut diwanwacai seputar kebiasaan merokok mereka. Apakah mereka pernah merokok, berapa batang sehari, ataukah suami mereka saat ini masih merokok.
Selain itu, para ibu yang pernah merokok namun berhenti ditanya tentang terapi pengganti nikotin. Seberapa banyak mereka menggunakan permen karet nikotin, koyo nikotin serta berbagai macam produk pengganti lainnya. Lalu peneliti membandingkan hasil wawancara tersebut dengan data kesehatan anak-anak mereka pada tahun 2011.
Hasilnya menunjukkan bahwa anak dengan ayah dan ibu perokok mempunyai kemungkinan mengidap ADHD sebesar 83 persen. Selain itu, jumlah anak yang ADHD ditemukan lebih besar pada ibu perokok dibandingkan dengan ayah perokok.
Di lain pihak, ibu yang pernah merokok dan sudah berhenti total mempunyai anak yang secara umum lebih sehat. Hal tersebut juga terlihat pada ibu yang tidak merokok namun menggunakan koyo nikotin atau permen karet, meski hasilnya tidak sebaik yang pertama.
"Kesimpulannya adalah memang harus berhenti merokok sebelum dan ketika hamil. Tetapi jika memang tidak bisa, lebih baik menggunakan nikotin koyo atau permen karet yang hasilnya lebih baik daripada tetap merokok," pungkas Dr Obel.
(up/up)










































