Scott McTominay, pemain sepakbola yang bermain untuk klub Napoli dilaporkan mengidap mild benign arrhythmia atau gangguan irama jantung ringan yang tidak berbahaya. Oleh karena itu, ia harus menjalani operasi jantung pulsed field ablation (PFA) atau ablasi.
Sebagai informasi, ablasi jantung adalah prosedur minimal invasif untuk menangani gangguan irama jantung (aritmia). Prosedur ablasi jantung dilakukan dengan melibatkan penggunaan energi suhu panas atau dingin untuk membuat jaringan parut kecil pada dinding jantung yang dapat menghambat impuls listrik abnormal dan mengembalikan irama jantung.
"Akibat munculnya aritmia ringan yang tidak berbahaya, Scott McTominay akan menjalani operasi PFA dalam beberapa hari ke depan. Ia akan kembali siap bertanding setelah jeda internasional," tulis Napoli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aritmia ringan dan jinak yang dialami McTominay, menurut laporan Sky Italia, cuma berkaitan dengan jantung yang terkadang berdebar, kelelahan, dan detaknya tidak teratur. Organ jantungnya sendiri tetap baik-baik saja.
Tidak Berbahaya Mengapa Harus Operasi?
Atas kondisinya tersebut, gelandang Timnas Skotlandia itu menuliskan pesan kepada para penggemarnya melalui akun Instagram. Ia tidak ingin membuat fans khawatir.
"Sampai bertemu lagi dalam waktu dekat Napoli. Saya tidak akan lama," tulis McTominay di akun Instagramnya.
Meskipun aritmia yang dialaminya tidak berbahaya, mengapa sampai harus operasi?
Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Budi Ario Tejo, SpJP(K) dari Siloam Hospitals mengatakan bahwa untuk atlet, apalagi di level elit biasanya pihak klub tidak ingin mengambil risiko, sehingga memberikan perlakuan berbeda.
Hal ini yang mungkin terjadi pada kasus aritmia yang dialami McTominay. Pihak klub tidak ingin meremehkan kondisi pemainnya meskipun penyakit tersebut terbilang tidak berbahaya.
"Populasi khusus seperti atlet, itu memang perlakuannya agak berbeda dengan populasi yang general. Karena untuk atlet memang standarnya menjadi lebih tinggi karena beban yang memang lebih tinggi," kata dr Budi dalam konferensi media daring, Jumat (4/9/2026).
"Untuk aritmia yang pada populasi umum mungkin mild, bisa saja pada atlet menjadi berisiko tinggi. Sebetulnya nggak hanya atlet, tapi juga populasi orang dengan risiko pekerjaan tinggi misalnya penerbangan atau astronot," katanya.










































