Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi. Tak heran para ibu berupaya memberikan ASI untuk bayinya, tak terkecuali ibu adopsi. Melalui induced lactation atau mencetuskan penyusuan ibu, seorang ibu yang tidak menjalani proses kehamilan sebelumnya bisa memberikan ASI. Nah, apakah ASI ibu dengan induced lactation bisa menghasilkan ASI berlimpah?
dr Asti Praborini, SpA dari RS Kemang Medical Care (KMC) memaparkan butuh waktu sekitar 21 hari bagi perempuan yang menjalani induced lactation untuk kemudian bisa mengeluarkan ASI. Sehingga sejak awal pasien sudah dirawat, dan ketika sudah keluar dari RS pun pasien akan tetap mendapat pantauan.
Untuk menambah jumlah ASI yang dihasilkan, maka ibu mendapat laktogok dan bisa juga ditambah terapi akupunktur. Kemudian saat bayi menyusu di payudara ibu, digunakan pula alat suplementer, di mana di dalam suplementer diisi dengan susu lain misalnya susu formula atau ASI donor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi bayi menyusu ASI ibu yang dicampur dengan susu lain karena pada awal program ini ASInya belum terlalu banyak. Kalau sudah umur 10 bulan atau 11 bulan biasanya ASI sudah banyak sehingga suplementer sudah bisa dilepas. Kadang perlu kadang tidak jadi bisa off and on. Misalnya kalau malam-malam tidak pakai, siang harinya masih memakai suplementer," papar dr Asti dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (5/3/2015).
Soal jumlah ASI yang dihasilkan, bisa saja berlimpah. Ini biasanya dialami ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kesempatan menyusui anaknya lebih sering ketimbang ibu-ibu pekerja. Nah, untuk menjaga pasokan ASI, maka ibu pekerja perlu memompa ASInya secara rutin.
"Selama di kantor ibu juga masih harus rutin memerah, tapi sebenarnya lebih bagus kalau ibu tidak bekerja karena bagus untuk rangsangan payudara agar ASI bisa tambah banyak," kata dr Asti.
Baca juga: Bisakah Menyusui Bayi Adopsi?
Pada ibu bekerja, jika ingin memberikan ASI kepada bayi, maka disarankan menggunakan gelas kecil seukuran gelas air zam-zam atau gelas seloki. Namun ingat, bukan menuangkan gelasnya pada bayi tapi cukup membiarkan bayi meminum pelan-pelan.
"Jangan menggunakan botol susu atau dot, kalau dikasih dot bayinya nanti tidak bisa menyusu di payudara ibu lagi (programnya gagal)," pesan dr Asti.
(vit/ajg)











































